Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai memperkuat bisnis properti sebagai sumber pendapatan baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis angkutan penumpang dan logistik.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan kawasan hunian berbasis transit atau transit oriented development (TOD) di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.
Baca Juga: KAI Bidik Pendapatan Rp66 Triliun pada 2030, Rel Kereta Tembus 7.000 Km
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkapkan, saat ini sekitar 96% pendapatan perusahaan masih berasal dari layanan angkutan penumpang dan logistik.
Sementara kontribusi bisnis nonangkutan, termasuk pengembangan TOD, baru mencapai sekitar 4%.
"Kami mencoba memperkuat pendapatan dari TOD. Salah satu inisiatif yang sedang berjalan adalah pembangunan perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah di kawasan Manggarai," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut Bobby, proyek TOD Manggarai saat ini telah memasuki tahap pembangunan. KAI menargetkan kawasan tersebut dapat menyediakan sekitar 5.000 unit hunian yang dijadwalkan rampung pada 2027.
Baca Juga: KAI Siapkan Proyek Kereta Trans Sumatra, Hubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung
Pengembangan TOD menjadi salah satu pilar utama dalam roadmap transformasi korporasi KAI periode 2026-2030.
Melalui strategi tersebut, perusahaan berupaya menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar bisnis inti perkeretaapian.
KAI menilai, model bisnis TOD memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai ekonomi aset perusahaan sekaligus menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) dari sektor properti.
Bobby menjelaskan, sejumlah operator kereta api di berbagai negara telah memperoleh kontribusi pendapatan nonangkutan yang jauh lebih besar dibandingkan pendapatan dari layanan transportasi.
Baca Juga: ABB Luncurkan UniSec SPLN, Panel Listrik yang Disebut Sesuai Standar PLN
Karena itu, KAI berupaya meningkatkan porsi bisnis properti dan pengelolaan kawasan untuk memperkuat struktur pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.
Strategi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencapai target pendapatan KAI sebesar Rp66 triliun pada 2030.
Selain Manggarai, KAI telah menyiapkan sejumlah lokasi lain yang akan dikembangkan sebagai kawasan TOD. Beberapa di antaranya berada di Kampung Bandan, Semarang, Surabaya, dan Bandung.
Melalui pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik, KAI berharap dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset lahan yang dimiliki sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan pengguna transportasi massal.
Baca Juga: Fullerton Health Rampungkan Akuisisi AdMedika dan TelkoMedika dari Telkom Group
Pengembangan TOD juga dinilai sejalan dengan kebutuhan perkotaan yang semakin mengarah pada konsep hunian dan aktivitas ekonomi yang terhubung langsung dengan jaringan transportasi publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













