kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.914   -281,38   -4,54%
  • KOMPAS100 783   -41,23   -5,00%
  • LQ45 590   -29,77   -4,81%
  • ISSI 205   -9,46   -4,41%
  • IDX30 334   -15,33   -4,38%
  • IDXHIDIV20 413   -15,06   -3,52%
  • IDX80 89   -4,94   -5,27%
  • IDXV30 113   -4,40   -3,74%
  • IDXQ30 108   -4,14   -3,69%

KAI Siapkan Proyek Kereta Trans Sumatra, Hubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung


Rabu, 03 Juni 2026 / 14:48 WIB
KAI Siapkan Proyek Kereta Trans Sumatra, Hubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung
ILUSTRASI. Para pekerja melakukan perawatan rel kereta api Trans Sulawesi (KONTAN/Hendra Suhara)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan proyek pengembangan jaringan kereta api terintegrasi di Pulau Sumatra dengan kebutuhan investasi yang diperkirakan mencapai Rp350 triliun.

Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan logistik di Pulau Sumatra.

Direktur Utama Bobby Rasyidin mengatakan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian Sumatra merupakan agenda prioritas perusahaan yang dijalankan sesuai arahan pemerintah.

"Kami melakukan pengembangan jaringan di Pulau Sumatra, yaitu bagaimana menghubungkan antara Banda Aceh dengan Bandar Lampung," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Gedung Parlemen, Rabu (3/6/2026).

Kereta Trans Sumatra Ditargetkan Tersambung dari Utara ke Selatan

Saat ini, jaringan kereta api di Pulau Sumatra masih belum terhubung secara menyeluruh. Sejumlah jalur yang telah beroperasi masih berdiri sendiri dan belum terkoneksi dengan koridor lainnya.

Baca Juga: KAI Catat 493 Juta Penumpang pada 2025, Laba Bersih Naik Jadi Rp2,3 Triliun

Beberapa jalur yang saat ini beroperasi secara terpisah antara lain koridor Bandar Lampung–Palembang, Bandar Lampung–Lubuklinggau, serta jaringan kereta api di wilayah Sumatra Utara dan Aceh.

Melalui proyek Kereta Trans Sumatra, KAI menargetkan terciptanya konektivitas antar koridor sehingga jalur kereta api dapat tersambung dari ujung utara hingga ujung selatan Pulau Sumatra. Integrasi jaringan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas penumpang, mempercepat distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Tahap Awal Fokus Banda Aceh-Besitang

Sebagai langkah awal, KAI memprioritaskan pembangunan koneksi jalur kereta api Banda Aceh–Besitang dengan panjang sekitar 478 kilometer.

Saat ini, perusahaan masih menyusun desain dasar atau basic design untuk proyek tersebut sebagai bagian dari persiapan pembangunan.

Bobby mengungkapkan bahwa kebutuhan investasi untuk keseluruhan proyek Kereta Trans Sumatra diperkirakan mencapai US$ 20 miliar hingga US$ 25 miliar.

"Kalau totalnya Sumatera bisa sekitar US$ 20 miliar sampai US$ 25 miliar, sekitar Rp350 triliun dari ujung ke ujung," katanya.

Masuk Roadmap Transformasi KAI 2026-2030

Pengembangan jaringan kereta api Sumatra menjadi bagian dari roadmap transformasi korporasi KAI periode 2026-2030. Dalam rencana jangka menengah tersebut, Sumatra ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan infrastruktur perkeretaapian nasional.

KAI menargetkan reaktivasi jalur kereta api yang sudah lama tidak beroperasi dengan total panjang sekitar 726 kilometer yang tersebar di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Baca Juga: Jalan Menuju Swasembada Energi Ada di Sektor Transportasi

Beberapa lintas yang masuk dalam program reaktivasi antara lain:

  • Padang Panjang–Bukittinggi

  • Sawahlunto

  • Naras–Sungai Limau

  • Banda Aceh–Sigli–Lhokseumawe

  • Langsa–Besitang

Program reaktivasi ini bertujuan menghidupkan kembali jalur-jalur strategis yang dapat meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

KAI Siapkan 1.110 Kilometer Jalur Baru

Selain mengaktifkan kembali jalur lama, KAI juga merencanakan pembangunan sekitar 1.110 kilometer jalur kereta api baru yang telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS).

Beberapa koridor baru yang direncanakan meliputi:

  • Rantau Prapat–Dumai

  • Duri–Pekanbaru

  • Pekanbaru–Rengat

  • Rengat–Jambi

  • Kertapati–Tarahan–Bakauheni

  • Lubuklinggau–Bengkulu

Pembangunan jalur baru tersebut diharapkan dapat memperkuat integrasi sistem transportasi di Pulau Sumatra sekaligus membuka akses ekonomi baru di berbagai wilayah.

Baca Juga: ESDM Matangkan Proyek Jargas di Cirebon, Targetkan 41.000 Sambungan Rumah

Perkuat Jalur Logistik Batu Bara

Di sektor logistik, KAI juga memasukkan pengembangan jalur angkutan batu bara Tanjung Enim Baru–Tarahan II ke dalam agenda investasi perusahaan.

Program tersebut mencakup pembangunan jalur baru, jalur pintas, serta peningkatan kapasitas jalur eksisting dengan total pengembangan sekitar 313 kilometer.

Pengembangan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas distribusi batu bara dari kawasan tambang menuju pelabuhan, sehingga mendukung efisiensi rantai pasok energi nasional dan meningkatkan daya saing sektor logistik berbasis kereta api.

Dengan kombinasi reaktivasi jalur lama, pembangunan jalur baru, serta penguatan jaringan logistik, proyek Kereta Trans Sumatra senilai Rp350 triliun menjadi salah satu proyek infrastruktur transportasi terbesar yang tengah dipersiapkan KAI untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Pulau Sumatra dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×