kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Impor Tali Baja Meningkat, Industri Dalam Negeri Terbabat


Jumat, 30 April 2010 / 11:50 WIB
Impor Tali Baja Meningkat, Industri Dalam Negeri Terbabat


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Produksi tali kawat baja domestik menurun akibat pasar domestik diambil alih oleh impor produk sejenis. Ujung-ujungnya, industri dalam negeri merugi.

Manager Operasional PT Wonosari Jaya Lodiwiyk Silooy menyatakan, kondisi perusahaanya saat ini mengalami penurunan produksi akibat kalah bersaiang dengan produk impor.

Menurutnya, sebelum masuknya produk impor tersebut perusahaanya sudah mampu memproduksi 12.000 ton, namun sekarang hanya tinggal 10% saja. “Sejak 2006 sampai sekarang turun terus,” jelasnya.

Lodiwijk bilang, perusahaanya pernah mempekerjakan sebanyak 1500 orang sebelum masuknya produk China. Namun sekarang, dia mengaku hanya mempekerjakan 400 orang akibat menurunnya produksi akibat pasar mereka yang tergerus. Menurutnya, kemampuan produksinya mengalami penurunan drastis sejak tahun 2006 hingga 2009.

Produk tali kawat baja yang biasanyaa digunakan dipertambangan itu merupakan produk sejenis yang kedua terkena safeguard tahun ini, Februari lalu produk sejenis dengan beda type juga ditetapkan dalam status penyelidikan safeguard oleh KPPI. “Mayoritas yang banyak masuk iotu dari China, dari Eropa hanya sedikit,” kata Ludwijk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×