kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Djarum Foundation Tanam 60.321 Bibit Pohon di Lereng Muria


Rabu, 11 Februari 2026 / 16:30 WIB
Djarum Foundation Tanam 60.321 Bibit Pohon di Lereng Muria
ILUSTRASI. Djarum Foundation Tanam 60.321 Bibit Pohon (Kontan/chelsea Anastasia)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - KUDUS. Djarum Foundation melalui Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) kembali memperkuat komitmen pelestarian lingkungan yang turut mendorong gaya hidup sehat. 

Langkah ini diwujudkan dengan menanam 60.321 bibit tanaman multipurporse tree species (MPTS), seperti alpukat dan durian, di lereng Muria, Desa Japan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (10/2/2026).

Adapun jumlah bibit tersebut merupakan hasil konservasi dari berbagai aktivitas sehat yang dilakukan 650 peserta melalui gerakan digital One Action One Tree (OAOT) 2026. Aktivitas tersebut meliputi lari, bersepeda, serta unggahan media sosial.

Dari partisipasi tersebut, capaian kumulatif aktivitas bersepeda tercatat 67.941 kilometer, aktivitas lari mencapai jarak 31.051 kilometer, serta menghasilkan 525 konten media sosial yang terpublikasi pada kanal Instagram.

Baca Juga: SKK Migas: Baru Satu UMKM Produksi Minyak dari Program Sumur Masyarakat

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara mengatakan, gerakan ini memang dirancang untuk mengintegrasikan gaya hidup sehat dengan aksi peduli lingkungan. 

"Kami yakin aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dan kolektif dapat memberikan dampak berkelanjutan. Maka, melalui OAOT, kami ingin mendorong generasi muda untuk terlibat dalam gerakan lingkungan yang juga dapat memberi nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Mutiara di Kudus, Selasa (10/2/2026).

Selain penanaman bibit pohon, Djarum Foundation juga memberikan pelatihan pengolahan kopi pascapanen, praktik manual brew, serta sesi pendekatan kreatif dalam pemasaran kopi melalui media sosial.

Mutiara bilang, pendekatan ini dilakukan untuk mendukung para petani kopi setempat dalam memperkenalkan Kopi Muria kepada masyarakat luas.

Ketua Yayasan Penggiat Konservasi (PEKA) Muria, Teguh Budi Wiyono mengatakan, kopi dari lereng Muria memiliki keunggulan dari segi rasa. Sebab, tanah di kawasan ini mengandung kalium yang relatif lebih tinggi.

"Jadi, rasanya lebih manis. Kalau kopi kebanyakan 'kan rasanya pahit atau asam," katanya.

Sementara itu, dari program ini, Teguh bilang sejauh ini dampak nilai ekonominya belum signifikan bagi para petani. Namun, ia optimistis bantuan bibit dari Djarum Foundation dapat membantu para petani memperluas penanaman.

"Kami berharap pada 2028 saat panen raya, setiap bulan bisa panen, tanpa petani harus merambah hingga hutan lindung. Ekonomi tercukupi, kesejahteraan meningkat," ucap Teguh.

Baca Juga: Amdal Segera Rampung, Proyek Abadi Masela Siap Groundbreaking Sebelum Lebaran

Dari sisi pemerintah, Kepala Seksi Wilayah I Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan Ayi Firdaus Maturidy melihat, Gunung Muria memiliki peran dan potensi yang besar secara ekologis dan ekonomis. Namun, potensi wilayah ini  masih membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Oleh karena itu, Ayi menyorot peran para mitra, salah satunya Djarum Foundation, yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

"Inisiatif seperti ini juga menunjukkan, upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan, ketika masyarakat, komunitas, dan swasta bergerak bersama,” terang Ayi dalam kesempatan yang sama.

Selanjutnya: Drakor Spring Fever Tamat, Ratingnya Capai Tertinggi Selama Tayang

Menarik Dibaca: 4 Manfaat Cuci Muka dengan Air Hangat, Skincare jadi Mudah Menyerap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×