kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Impor Terpal Plastik China Membeludak, Tujuh Perusahaan Terancam Bangkrut


Selasa, 08 Juni 2010 / 11:09 WIB
Impor Terpal Plastik China Membeludak, Tujuh Perusahaan Terancam Bangkrut


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Membanjirnya produk impor terpal plastik dari China membuat industri terpal plastik dalam negeri kelabakan. Soalnya, membanjirnya impor terpal plastik ini dikhawatirkan akan membuat industri terpal plastik dalam negeri gulung tikar.

Wakil Ketua Asoasiasi Industri Aromatik, Olefin dan Plastik (Inaplas) Budi Susanto Sadiman mengatakan, saat ini sudah ada tujuh produsen terpal plastik yang terancam akibat serbuan produk impor ini. Karena itu, Inaplas berencana mengajukan safeguard untuk produk terpal plastik impor dari China.

Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar AD Budiyono mengungkapkan sepanajang kuartal I tahun 2010 ini jumlah impor terpal plastik asal China sebanyak 2.580 ton; atau meningkat sekitar 54% ketimbang total impor tahun 2009.

"Kita mau minta bantuan safeguardnya, saat ini sudah ada bukti tapi belum cukup, mudah-mudahan dalam 2-3 bulan ini akan ada hasilnya," ujar Fajar.

Saat ini sekitar tujuh produsen yang mulai merasakan dampaknya. Total kapasitas terpasang dari ketujuh produsen terpal itu sebesar 22.000 ton per tahun. Semula, kapasitas terpakai (Utilisasi) industri ini sekitar 80% - 90% dari kapasitas terpasang. Dengan membanjirnya impor ini, utilisasi industri terpal plastik melorot menjadi sekitar 50%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×