kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.043   43,00   0,25%
  • IDX 7.099   -85,24   -1,19%
  • KOMPAS100 981   -11,95   -1,20%
  • LQ45 719   -7,99   -1,10%
  • ISSI 254   -3,34   -1,30%
  • IDX30 390   -2,88   -0,73%
  • IDXHIDIV20 485   -2,03   -0,42%
  • IDX80 111   -1,18   -1,06%
  • IDXV30 135   -0,19   -0,14%
  • IDXQ30 127   -0,78   -0,61%

INAplas: Industri Plastik Tak Tahan Krisis


Rabu, 17 Juni 2009 / 17:34 WIB


Reporter: Nurmayanti |


JAKARTA. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik dan Olefin (INAplas) Budi Susanto Sadiman mengakui, industri plastik adalah industri yang paling parah terkena dampak krisis global. Sebab, saat semua negara maju mengalami perlambatan perekonomian yang sangat parah, mereka ikut mengurangi impor produk dari negara lain.

"Dampak itu berupa penurunan penjualan sehingga cash flownya terganggu,” kata Budi. Hal tersebut ia lontarkan berkaitan dengan PT Sony Chemical Indonesia yang hengkang dari Indonesia.

Menurut Budi, sesungguhnya posisi Indonesia dinilai lebih baik dari negara lain. Di Asean saja, hanya Indonesia yang masih memiliki pertumbuhan positif ekonominya dibandingkan Singapura, dan Thailand.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×