kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

INAplas: Industri Plastik Tak Tahan Krisis


Rabu, 17 Juni 2009 / 17:34 WIB


Reporter: Nurmayanti |


JAKARTA. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik dan Olefin (INAplas) Budi Susanto Sadiman mengakui, industri plastik adalah industri yang paling parah terkena dampak krisis global. Sebab, saat semua negara maju mengalami perlambatan perekonomian yang sangat parah, mereka ikut mengurangi impor produk dari negara lain.

"Dampak itu berupa penurunan penjualan sehingga cash flownya terganggu,” kata Budi. Hal tersebut ia lontarkan berkaitan dengan PT Sony Chemical Indonesia yang hengkang dari Indonesia.

Menurut Budi, sesungguhnya posisi Indonesia dinilai lebih baik dari negara lain. Di Asean saja, hanya Indonesia yang masih memiliki pertumbuhan positif ekonominya dibandingkan Singapura, dan Thailand.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×