kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

INAplas: Industri Plastik Tak Tahan Krisis


Rabu, 17 Juni 2009 / 17:34 WIB


Reporter: Nurmayanti |


JAKARTA. Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Plastik dan Olefin (INAplas) Budi Susanto Sadiman mengakui, industri plastik adalah industri yang paling parah terkena dampak krisis global. Sebab, saat semua negara maju mengalami perlambatan perekonomian yang sangat parah, mereka ikut mengurangi impor produk dari negara lain.

"Dampak itu berupa penurunan penjualan sehingga cash flownya terganggu,” kata Budi. Hal tersebut ia lontarkan berkaitan dengan PT Sony Chemical Indonesia yang hengkang dari Indonesia.

Menurut Budi, sesungguhnya posisi Indonesia dinilai lebih baik dari negara lain. Di Asean saja, hanya Indonesia yang masih memiliki pertumbuhan positif ekonominya dibandingkan Singapura, dan Thailand.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×