kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Inalum ingin caplok saham smelter di Mempawah


Sabtu, 09 Januari 2016 / 11:19 WIB
Inalum ingin caplok saham smelter di Mempawah


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) ingin memperoleh saham mayoritas di perusahaan patungan pemurnian bauksit antara Inalum, PT Aneka Tambang Tbk, dan Aluminium Corporation of China Limited (Chinalco), di Mempawah, Kalimantan Barat.

"Inalum mayoritas karena kami off taker," ucap Direktur Utama Inalum, Winardi Sunoto di Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Sementara itu, pembagian saham antara Inalum-Antam dan Chinalco diharapkan BUMN mendapatkan porsi mayoritas, 51 persen.

Winardi menjelaskan, ke tiga perusahaan akan membuat perusahaan patungan (join venture) tahun ini. Perusahaan JV itulah yang akan membangun pabrik pemurnian bijih bauksit atau Smelter Grade Alumina (SGA).

"Setelah bentuk perusahaan, diharapkan pada kuartal-III 2016 sudah bisa dilakukan EPC," lanjut Winardi.

Tender diperkirakan memakan waktu antara 3 hingga 4 bulan lamanya, lantaran besarnya investasi proyek berkapasitas dua juta ton alumina per tahun tersebut.

"Investasinya 1,5 miliar dollar AS untuk kapasitas dua juta ton. Tapi tahap awal, kita satu juta ton alumina terlebih dahulu," terang Winardi.

Pada kuartal-III ditargetkan konstruksi smelter bisa dilakukan, dan bisa mulai beroperasi pada 2019. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno berharap dalam tiga tahun ke depan, industri dalam negeri bisa memproduksi produk hilir dari sektor pertambangan.

"Pak Tedy (Antam) dan Winardi saya harapkan dalam tiga tahun ke depan, kita harus mampu memproduksi produk akhir," kata Rini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×