kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Inaplas: Kebutuhan plastik masih tumbuh 6%-7%


Minggu, 21 Februari 2016 / 21:13 WIB
Inaplas: Kebutuhan plastik masih tumbuh 6%-7%


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Aturan plastik belanja berbayar sudah diberlakukan. Asosiasi Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) masih memprediksi industri plastik akan tumbuh tipis tahun ini.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Budi Susanto Sadiman, mengatakan industri plastik masih akan tumbuh tipis tahun ini sekitar 6%-7%.

”Asumsi tahun ini, perekonomian tumbuh mencapai 5%, berarti industri plastik bisa tumbuh 6%-7% tahun ini atau mencapai 4,7 juta ton,” kata Budi.

Namun, pertumbuhan itu bukan tanpa syarat, tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat harus membaik kebutuhan plastik dari consumer goods akan meningkat. sayangnya, aturan plastik berbayar sudah diberlakukan, Budi mengatakan itu mungkin yang nantinya akan menghambat pertumbuhan pasar domestik.

”Untuk pasar domestik kendalanya dari plastik berbayar, tentunya menggangu penjualan khususnya plastik belanja walaupun porsinya kecil,” kata Budi.

Dari catatan Inaplas, kebutuhan bahan baku plastik mencapai 4,5 juta ton. Namun produksi dalam negeri hanya mencapai 2,6 juta ton. Sisanya harus mengimpor bahan PE dan PP dari kawasan Asean dan Timur tengah mencapai 1,2 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×