kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Inaplas: Kebutuhan plastik masih tumbuh 6%-7%


Minggu, 21 Februari 2016 / 21:13 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Aturan plastik belanja berbayar sudah diberlakukan. Asosiasi Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) masih memprediksi industri plastik akan tumbuh tipis tahun ini.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Budi Susanto Sadiman, mengatakan industri plastik masih akan tumbuh tipis tahun ini sekitar 6%-7%.

”Asumsi tahun ini, perekonomian tumbuh mencapai 5%, berarti industri plastik bisa tumbuh 6%-7% tahun ini atau mencapai 4,7 juta ton,” kata Budi.

Namun, pertumbuhan itu bukan tanpa syarat, tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat harus membaik kebutuhan plastik dari consumer goods akan meningkat. sayangnya, aturan plastik berbayar sudah diberlakukan, Budi mengatakan itu mungkin yang nantinya akan menghambat pertumbuhan pasar domestik.

”Untuk pasar domestik kendalanya dari plastik berbayar, tentunya menggangu penjualan khususnya plastik belanja walaupun porsinya kecil,” kata Budi.

Dari catatan Inaplas, kebutuhan bahan baku plastik mencapai 4,5 juta ton. Namun produksi dalam negeri hanya mencapai 2,6 juta ton. Sisanya harus mengimpor bahan PE dan PP dari kawasan Asean dan Timur tengah mencapai 1,2 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×