kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Inaplas: Kebutuhan plastik masih tumbuh 6%-7%


Minggu, 21 Februari 2016 / 21:13 WIB
Inaplas: Kebutuhan plastik masih tumbuh 6%-7%


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Aturan plastik belanja berbayar sudah diberlakukan. Asosiasi Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) masih memprediksi industri plastik akan tumbuh tipis tahun ini.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Budi Susanto Sadiman, mengatakan industri plastik masih akan tumbuh tipis tahun ini sekitar 6%-7%.

”Asumsi tahun ini, perekonomian tumbuh mencapai 5%, berarti industri plastik bisa tumbuh 6%-7% tahun ini atau mencapai 4,7 juta ton,” kata Budi.

Namun, pertumbuhan itu bukan tanpa syarat, tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat harus membaik kebutuhan plastik dari consumer goods akan meningkat. sayangnya, aturan plastik berbayar sudah diberlakukan, Budi mengatakan itu mungkin yang nantinya akan menghambat pertumbuhan pasar domestik.

”Untuk pasar domestik kendalanya dari plastik berbayar, tentunya menggangu penjualan khususnya plastik belanja walaupun porsinya kecil,” kata Budi.

Dari catatan Inaplas, kebutuhan bahan baku plastik mencapai 4,5 juta ton. Namun produksi dalam negeri hanya mencapai 2,6 juta ton. Sisanya harus mengimpor bahan PE dan PP dari kawasan Asean dan Timur tengah mencapai 1,2 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×