Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. JETOUR memperkuat strategi diferensiasi produknya di segmen SUV melalui pengenalan dua konsep modifikasi JETOUR T2, yakni NOMAD Kit dan Obsidian Ultra Kit, pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Kedua konsep tersebut dirancang untuk menunjukkan potensi personalisasi JETOUR T2 sebagai rugged SUV yang dapat diadaptasi untuk berbagai skenario penggunaan, mulai dari mobilitas perkotaan hingga aktivitas luar ruang ringan.
Strategi ini sejalan dengan filosofi Travel+ yang diusung JETOUR, yakni mengembangkan kendaraan bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup penggunanya.
Baca Juga: KPIG Gaspol Kembangkan KEK Lido, Trump International Golf Club Jadi Mesin Cuan Baru
Brand Manager JETOUR Sales Indonesia Arief Sutrisno mengatakan, pengenalan dua konsep modifikasi ini bertujuan memberi gambaran konkret kepada konsumen tentang ruang eksplorasi produk.
“Melalui dua konsep JETOUR T2 di IIMS, kami ingin memaksimalkan fitur unggulan kendaraan sekaligus menunjukkan sejauh mana T2 bisa disesuaikan dengan karakter, gaya hidup, dan preferensi konsumen,” ujarnya di ajang IIMS, Senin (9/2/2026).
NOMAD Kit difokuskan pada kebutuhan petualangan dan aktivitas outdoor. Konsep ini memanfaatkan fitur roof rack JETOUR T2 dengan kapasitas hingga 300 kilogram (statis) untuk mendukung pemasangan rooftop tent, awning samping, serta perangkat pendukung kegiatan luar ruang.
Baca Juga: Bahas Nasib Tambang Emas Martabe, Menteri Rosan Bertemu Agincourt Resources
Dengan konfigurasi tersebut, kendaraan disiapkan untuk perjalanan jarak jauh maupun eksplorasi alam ringan.
Sementara itu, Obsidian Ultra Kit diarahkan untuk mempertegas karakter visual dan fungsional JETOUR T2 sebagai SUV berpenampilan tangguh.
Setiap aksesori dirancang untuk memperkuat kesan maskulin dan rugged, tanpa menghilangkan aspek utilitas untuk penggunaan harian.
Atlet Dakar asal Indonesia, Julian Johan, menilai pendekatan modifikasi yang ditawarkan JETOUR lebih menitikberatkan pada fungsi dibanding sekadar tampilan.
“Konsep modifikasi ini aplikatif dan realistis, bisa digunakan sehari-hari maupun untuk aktivitas akhir pekan,” katanya.
Baca Juga: Mulai 10 Februari, Tiket Pesawat Ekonomi Bebas PPN Selama Mudik 2026
Secara global, JETOUR juga menghadirkan varian konsep ekstrem seperti T2 Dark Knight dan T2 Nexus Sentinel.
Namun, untuk pasar domestik, JETOUR memilih pendekatan lokalisasi dengan menyesuaikan konsep modifikasi melalui kolaborasi mitra agar relevan dengan preferensi konsumen Indonesia.
Dari sisi produk, JETOUR T2 ditawarkan dalam lima pilihan warna, yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Grey, dan Electroplated Green.
Warna khusus Electroplated Green dan Highway Grey dikenakan tambahan biaya Rp10 juta.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai produk, JETOUR membekali T2 dengan paket purna jual berupa garansi enam tahun tanpa batas kilometer untuk kendaraan dan mesin, serta bebas biaya perawatan selama tiga tahun atau 45.000 kilometer.
Baca Juga: Kelola 5.211 Hektare HCV, Wilmar Integrasikan Konservasi dalam Operasional Bisnis
Selama IIMS 2026, JETOUR memasarkan T2 dengan harga Rp 568 juta sebelum penyesuaian harga berikutnya. Dengan strategi personalisasi melalui konsep NOMAD dan Obsidian, JETOUR berharap dapat memperluas basis konsumen di segmen SUV
Selanjutnya: Masyarakat Tahan Belanja Meski Daya Beli Terjaga, Ini Buktinya!
Menarik Dibaca: Promo PSM Alfamart Periode 8-15 Februari 2026, Es Krim Cornetto Beli 2 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













