kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.956   29,00   0,16%
  • IDX 5.827   -115,98   -1,95%
  • KOMPAS100 755   -15,23   -1,98%
  • LQ45 586   -8,48   -1,43%
  • ISSI 200   -5,44   -2,65%
  • IDX30 327   -4,06   -1,23%
  • IDXHIDIV20 421   -3,10   -0,73%
  • IDX80 87   -1,59   -1,80%
  • IDXV30 115   -1,07   -0,92%
  • IDXQ30 107   -0,89   -0,82%

India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?


Kamis, 26 Maret 2020 / 18:03 WIB
ILUSTRASI. India lockdown akan mempengaruhi ekspor batubara dan mineral Indonesia. Sebab India jadi pasar ekspor utama setelah China.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Khomarul Hidayat

Sementara itu, terkait komoditas mineral, Irwandy melihat bahwa lockdown di India tidak memberikan pengaruh yang signifikan. "Sementara ini begitu. Mineral belum terdengar pengaruh secara signifikan," ujarnya.

Praktisi pertambangan dan smelter Arif S. Tiammar mengamini hal tersebut. Ia menyebut, India bukan menjadi pasar utama bagi sejumlah komoditas mineral Indonesia seperti nikel, tembaga dan bauksit. Menurutnya, komoditas yang akan paling terdampak adalah batubara dan minyak sawit (CPO).

Baca Juga: Punya 1,3 miliar penduduk, India pilih lockdown untuk melawan corona

"India bukan pasar utama nikel dan bauksit. Tembaga juga market utamanya bukan India. Walaupun ada dampak, relatif sedikit. Tapi tidak secara khusus untuk mineral, kecuali batubara dan CPO," katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (26/3).

Meski begitu, Arif mengatakan, bisnis mineral di Indonesia bukan tanpa kendala. Kendati India bukan pasar utama, katanya, kondisi pandemi corona telah menekan pasar global, termasuk untuk bijih mineral dan produk turunannya.

Baca Juga: PBOC: Ekonomi China akan pulih cepat dan berpotensi tumbuh signifikan di kuartal dua

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×