kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Indika Energy (INDY) jaga kinerja produksi di tengah pandemi corona (Covid-19)


Selasa, 16 Juni 2020 / 19:15 WIB
Indika Energy (INDY) jaga kinerja produksi di tengah pandemi corona (Covid-19)
ILUSTRASI. PT Indika Energy Tbk (INDY)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) memastikan kinerja produksi batubara hingga Mei 2020 masih sesuai dengan target yang dicanangkan.

Head of Corporate Communication Indika Energy Ricky Fernando bilang pihaknya bakal tetap mengoptimalkan kinerja produksi. "Kideco Jaya Agung memproduksi 14 juta ton batubara hingga Mei lalu. Sementara Multi Tambangjaya Utama (MUTU) menghasilkan 600 ribu ton per April kemarin," jelas Ricky kepada Kontan.co.id, Selasa (16/6).

Baca Juga: Indika Energy (INDY) akan fokuskan bisnis non batubara sembari menanti harga membaik

Ricky menambahkan, INDY juga tengah berfokus pada pengembangan bisnis non-batubara salah satunya lewat proyek tambang emas. Meski belum mau merinci lebih jauh, proyek tambang Awak Mas ditargetkan beroperasi di 2022 mendatang. 

Ia juga menambahkan, manajemen INDY kini sedang melakukan kajian internal seputar pengajuan rencana revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada Kementerian ESDM.

Baca Juga: Hingga April 2020, Indika Energy (INDY) memproduksi 12,1 juta ton batubara

Adapun, Per kuartal I-2020, Indika Energy membukukan pendapatan senilai US$ 641,5 juta, turun 8,5% secara tahunan (year on year/yoy). Di kuartal I-2020 INDY membukukan kerugian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 21 juta. Padahal, di kuartal I-2019 INDY masih mencetak laba bersih senilai US$ 11,7 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×