kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Indika Energy (INDY) akan fokuskan bisnis non batubara sembari menanti harga membaik


Selasa, 16 Juni 2020 / 18:46 WIB
Indika Energy (INDY) akan fokuskan bisnis non batubara sembari menanti harga membaik
ILUSTRASI. Jajaran direksi INDY


Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) bakal berfokus pada pengembangan bisnis non-batubara di tengah kondisi harga batubara yang masih tertekan sebagai dampak pandemi Covid-19.

Head of Corporate Communication Indika Energy Ricky Fernando menjelaskan, minimnya pergerakan ekonomi global turut mempengaruhi permintaan batubara termasuk dari Tiongkok dan India yang tergolong konsumen terbesar dunia. "Ini berdampak pada indeks batubara dan kami berharap keadaan bisa segera membaik," jelas Ricky kepada Kontan.co.id, Selasa (16/6).

Baca Juga: PKP2B Kideco berakhir di 2023, kapan Indika (INDY) ajukan perpanjangan?

Ricky menambahkan, kondisi tertekannya harga batubara masih terasa jelang penghujung kuartal II ini. Memasuki kuartal III nanti, manajemen INDY berharap permintaan batubara dari Tiongkok dapat berangsur membaik. Didukung pula oleh relaksasi lockdown oleh sejumlah negara yang dinilai dapat berdampak pada pergerakan perekonomian serta harga batubara.

Disisi lain, Ricky mengungkapkan pihaknya juga bakal tetap fokus pada pengembangan bisnis non batubara. "Saat ini kami fokus pada pengembangan bisnis non-batubara yaitu proyek emas di Sulawesi Selatan dan fuel storage di Kalimantan Timur," jelas Ricky.

Kendati demikian, Ricky belum mau merinci seputar pengembangan bisnis tersebut. Dalam catatan Kontan, produksi INDY per April 2020 mengalami pertumbuhan. Kenaikan ini dialami oleh tambang Kideco Jaya Agung maupun Multi Tambangjaya Utama (MUTU). “Produksi Kideco dan MUTU sama-sama meningkat dibandingkan periode sama di tahun lalu,” ujar Ricky.

Ricky menjabarkan, produksi dari Kideco Jaya Agung sebesar 11,5 juta ton batubara hingga April 2020. Jumlah ini naik 9% dari realisasi produksi di periode sama tahun lalu yang sebanyak 10,5 juta ton.

Baca Juga: Hingga April 2020, Indika Energy (INDY) memproduksi 12,1 juta ton batubara

Entitas usaha INDY lainnya, yakni Multi Tambangjaya Utama (MUTU) berhasil memproduksi 600.000 ton batubara sepanjang empat bulan pertama 2020. Jumlah ini meningkat 20% dari produksi periode sama tahun lalu yang hanya 500.000 ton.

Bila diakumulasikan, maka produksi INDY secara keseluruhan sepanjang Januari-April 2020 mencapai 12,1 juta ton, naik 10% bila dibandingkan dengan produksi di periode yang sama tahun lalu di kisaran 11 juta ton batubara.

Per kuartal I-2020, Indika Energy membukukan pendapatan senilai US$ 641,5 juta, turun 8,5% secara tahunan (year on year/yoy). Di kuartal I-2020 INDY membukukan kerugian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$ 21 juta. Padahal, di kuartal I-2019 INDY masih mencetak laba bersih senilai US$ 11,7 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×