kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   -48,00   -0,29%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Indofarma (INAF) targetkan awal September bisa produksi rapid test


Senin, 27 Juli 2020 / 18:46 WIB
Indofarma (INAF) targetkan awal September bisa produksi rapid test
ILUSTRASI. Emiten farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) akan memproduksi sendiri alat rapid test diagnostics Covid-19.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) akan memproduksi sendiri alat rapid test diagnostics Covid-19. Direktur Utama Indofarma, Arief Pramuhanto memaparkan di tahun ini akan meluncurkan produk rapid test buatan Indofarma.

"Insya Allah akhir Agustus atau awal September 2020 sudah mulai produksi dengan kapasitas produksi dua shift sekitar 300.000 pcs perbulannya," jelasnya dalam acara webinar 102 tahun Indofarma untuk Indonesia secara virtual, Senin (27/7).

Hingga saat ini Arief mengakui Indofarma masih mengimpor rapid test. Sebelumnya, INAF bekerjasama dengan produsen asal China dan korea untuk mendatangkan rapid test dan PCR.

Baca Juga: Indofarma (INAF) bakal rilis 6 produk baru di semester II 2020

Arief bilang, nantinya INAF akan memproduksi sendiri alat rapid test sehingga tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) alat tersebut akan tinggi.

Selain memproduksi rapid test, INAF juga berencana memproduksi salah satu bahan baku kain untuk masker yakni melt blown fabric yang saat ini 95% masih diimpor.

"Jadi masker 3ply yang selama ini digunakan, bagian tengahnya yakni kain melt blown masih diimpor. Maka dari itu kami akan membuat pabrik melt blown untuk memasok pabrik masker yang di Indonesia," kata Arief.

Di sisi lain, Arief mengatakan dengan upaya tersebut INAF bisa mendukung kemandirian farmasi dengan mengurangi ketergantungan impor.

Asal tahu saja, saat ini Indofarma sudah memproduksi 4 juta pcs masker medis perbulan dan akan ditingkatkan menjadi 10 juta pcs perbulan di awal September dan Oktober 2020. Hal ini dilakukan agar Indofarma bisa mencukupi  kebutuhan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Indofarma (INAF) jadi distributor vaksin virus corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×