kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Indonesia Battery Corporation cari mitra untuk kembangkan kendaraan listrik


Jumat, 19 November 2021 / 06:40 WIB


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Baterai Indonesia atawa Indonesia Battery Corporation (IBC) ingin melakukan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, baik pengembangan baterai untuk kendaraan listrik, maupun pengembangan kendaraan listrik itu sendiri. 

Corporate Secretary IBC Muhammad Sabik mengatakan, pengembangan kendaraan listrik merupakan salah satu kunci  untuk mendukung program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Tanah Air. 

IBC ingin turut berperan dalam pengembangan industri kendaraan listrik di tanah air. Upaya yang IBC lakukan di antaranya ialah mengembangkan portofolio bisnis di luar negeri guna memperoleh know how dan transfer pengetahuan serta mencari mitra yang memiliki kompetensi dalam pengembangan kendaraan listrik.

“Untuk itu, saat ini kami sedang menjajaki kemungkinan untuk mendapatkan mitra yang dapat mendukung upaya IBC dalam mengakselerasi penggunaan electric vehicle di Indonesia,” ujar Sabik kepada Kontan.co.id, Kamis (18/11).

Baca Juga: Gojek dan TBS Energi Utama bangun ekosistem kendaraan listrik senilai Rp 17 triliun

Sabik tidak merinci calon mitra yang dimaksud maupun bentuk pengembangan portofolio bisnis yang tengah IBC rencanakan di luar negeri. 

Namun, belakangan sempat tersiar kabar bahwa IBC berniat mengakuisisi StreetScooter, yaitu produsen kendaraan listrik milik Deutsche Post DHL Group asal Jerman, pada tanggal 29 November 2021 mendatang. Nilai transaksinya kabarnya cukup besar, yakni disebut-sebut mencapai US$ 170 juta atau Rp 2,44 triliun (kurs Rp 14.327 per dollar AS). 

Hanya saja, Sabik tidak memberikan jawaban ketika dimintai konfirmasi soal kebenaran kabar rencana akuisisi tersebut.

Selanjutnya: Kendaraan listrik adalah solusi untuk kesepakatan Jokowi di KTT Glasgow

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×