kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.909   -48,00   -0,28%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Indonesia, Malaysia dan Thailand akan Merundingkan Harga Karet Dunia


Senin, 18 Januari 2010 / 10:13 WIB
Indonesia, Malaysia dan Thailand akan Merundingkan Harga Karet Dunia


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Naiknya harga karet bukan cuma membuat pusing negara pembeli karet. Negara produsen karet juga ikut khawatir. Untuk mengendalikan harga karet internasional, tiga produsen karet terbesar di dunia, Thailand, Indonesia, dan Malaysia, akan mengadakan pertemuan.

"Selasa (19/1) besok akan ada pertemuan di Kuala Lumpur untuk membahas kenaikan harga karet ini," kata Ahmad Manggabarani, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Meski demikian, kata Ahmad, sebetulnya harga karet saat ini sudah sesuai dengan yang diharapkan ketiga negara produsen karet itu. Dari pembahasan tiga negara harga yang diharapkan berada di kisaran US$ 2 - US$ 3 per kg.

Cuaca memang sangat mempengaruhi produksi karet. Hujan yang terus-menerus akan mengakibatkan aktivitas penyadapan karet terganggu, sehingga produksi turun. Kondisi ini bisa terjadi sampai Maret 2010. Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir memprediksi, hingga Maret penurunan produksi mencapai 2% - 3% per bulan.

Sebetulnya, Indonesia memiliki 300.000 stok karet yang berfungsi sebagai cadangan. Namun, kata Asril, pedagang sudah melepasnya ke pasar. Sehingga cadangan nihil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×