kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45927,64   6,18   0.67%
  • EMAS1.325.000 -1,34%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Indonesian Paradise Property (INPP) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 20%-30% di 2024


Senin, 05 Februari 2024 / 15:14 WIB
Indonesian Paradise Property (INPP) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 20%-30% di 2024
ILUSTRASI. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menyiapkan sejumlah agenda bisnis untuk mencapai target bisnis yang dibidik di tahun 2024 ini.


Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menyiapkan sejumlah agenda bisnis untuk mencapai target bisnis yang dibidik di tahun 2024 ini. Manajemen INPP sendiri mengincar kenaikan pendapatan sebesar 20% hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Direktur Indonesia Paradise Property Surina menuturkan, ada sejumlah proyek yang ditargetkan akan rampung di tahun ini. Pertama, Hotel Hyatt Place di Makassar yang akan diresmikan dan dimulai operasionalnya pada bulan Februari. 

Kedua, penyelesaian proyek apartemen Antasari Place yang rencananya akan dilanjutkan dengan serah terima unit kepada pembeli dan pemilik unit mulai bulan Desember 2024 mendatang. 

Sementara itu, ada juga dua proyek yang sedang berlangsung tahapan konstruksinya yaitu 23 Paskal Extension Bandung dan 23Semarang. 

“Pengembangan properti ini semakin memperkuat posisi Paradise Indonesia sebagai pemimpin properti destinasi gaya hidup ikonik di kota-kota terdepan nusantara,” ungkap Surina kepada Kontan.co.id, Jumat (2/2). 

Baca Juga: Pendapatan Usaha Pariwisata dan Perhotelan Diproyeksi Naik, Cek Rekomendasi Analis

Optimisme INPP dalam mencapai pertumbuhan bisnis di tahun ini didorong pula hasil di tahun 2023 yang berangsur pulih dari dampak Covid-19. 

Manajemen INPP mencatat, pendapatan usaha INPP melonjak 90% di tahun lalu, dengan rincian perhotelan 105%, komersial 100%, dan penjualan properti bergerak perlahan namun pasti mencapai 50%. 

“Faktor pendorongnya antara lain pulihnya ekonomi pasca Covid-19 yang menyebabkan jumlah kunjungan di retail dan hotel kami mengalami kenaikan yang signifikan,” kata Surina. 

INPP pun berfokus pada area-area investasi strategis. Sehingga diharapkan strategi ini dapat berbuah pada pertumbuhan yang signifikan, memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri properti, dan pariwisata, serta terus memberikan nilai yang berdampak bagi lingkungan dan sekitarnya.

Untuk menyukseskan agendanya tersebut, INPP menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 987 miliar. Dana capex tahun ini akan digunakan pada sektor perhotelan sebesar 53%, sektor komersial 43%, dan 4% untuk penjualan properti. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×