Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) melanjutkan pengembangan sejumlah proyek untuk menunjang pertumbuhan di tahun 2026 dan 2027 mendatang.
Untuk diketahui, INPP saat ini tengah mengembangkan proyek 88 Plaza Balikpapan Fase I, yang mencakup kawasan komersial dan ruko. Pembangunan kawasan komersial ini ditargetkan selesai pada 2029.
Wakil Presiden Direktur INPP Surina mengatakan per semester I-2026, pengembangan 88 Plaza Balikpapan Fase I, yang mencakup kawasan komersial dan ruko, telah mencatatkan progres penjualan di atas 60%.
Baca Juga: Indonesian Paradise (INPP) Perkuat Kontribusi Aset Baru & Bidik Pendapatan Tumbuh
“Ke depan, 88 Plaza Balikpapan diharapkan dapat memperkuat kontribusi segmen komersial sekaligus mendukung pertumbuhan recurring income Perseroan,” ungkap Surina, kepada Kontan.co.id, Rabu (30/9) lalu.
Selain proyek 88 Plaza Balikpapan yang masih dalam tahap pengembangan, INPP juga baru saja merampungkan 23 Semarang Shopping Center.
Sampai paruh pertama tahun ini, tingkat okupansinya telah mencapai lebih dari 80% dan diproyeksikan terus meningkat seiring dengan mulai beroperasinya lebih banyak tenant.
“Sehingga akan berkontribusi memperkuat pendapatan dan recurring income INPP tahun ini,” ucapnya.
Ia mengatakan hingga akhir 2026, proyek yang masih dalam pembangunan adalah 88 Plaza Balikpapan.
Baca Juga: Indonesian Paradise Property (INPP) Cetak Kinerja Positif pada kuartal I-2026
Sementara untuk rencana proyek baru, pihaknya masih melakukan kajian dan belum dapat menyampaikan detailnya. Yang terang, fokus perseroan tetap pada proyek yang berpotensi memperkuat portofolio dan mendukung kinerja jangka panjang INPP.
Dari sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), INPP menyiapkan dana sekitar Rp400 miliar, yang mayoritas dialokasikan untuk ekspansi aset, khususnya pada segmen komersial, termasuk pengembangan 23 Semarang Shopping Center dan 88 Plaza di Balikpapan.
“Untuk tahun capex tahun 2027 belum bisa kami sampaikan karena masih dalam tahap penyusunan dan belum dapat menyampaikan angka secara spesifik,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














