kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Industri farmasi tergantung bahan baku impor


Senin, 04 September 2017 / 20:59 WIB


Reporter: Siti Maghfirah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Industri farmasi nasional masih memiliki hambatan dalam menyediakan bahan baku farmasi secara mandiri. Selama ini, tercatat sekitar 90 % bahan baku merupakan hasil impor.

Hal ini dikemukakan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartanto dalam acara ulang tahun ke-60 PT Bayer Indonesia. "Kami beharap perusahaan-perusahaan farmasi untuk terus mengembangkan diri agar industri bahan baku farmasi dapat bertumbuh," ujarnya.

Apalagi, saat ini industri farmasi Indonesia terus bertumbuh pesat. Nilai produksi farmasi, menurut Airlangga, telah mencapai angka USD 4,7 miliar atau setara sengan 27 % dari total pasar farmasi di kawasan Asia Tenggara. Sementara di Insonesia sendiri, industri farmasi mampu menyediakan 70 % kebutuhan obat.

"Dengan banyaknya fasilitas yang dimiliki oleh industri farmasi, harusnya kita mampu juga mengembangkan bahan baku agar ketergantungan impor menurun. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan," tandasnya.

Sementara itu menurut General Manager PT Bayer Indonesia Angel-Michael Evangelista, walaupun saat ini 90 % bahan baku farmasi masih diimpor, menurutnya yang terpenting adalah pasien di Indonesia memiliki akses untuk mendapatkan obat terlebih dahulu.

Angka 90 % ini tergantung pada kualitas supplier bahan baku yang memang mumpuni untuk menghasilkan produk yang baik.

"Kami harus memastikan dulu apakah obat yang kami punya itu sudah sesuai dengan standar kualitas dunia karena kami juga memiliki pasar ekspor. Bukan hanya hasil akhir saja, namun juga dari bahan baku, active ingredient, serta proses pembuatan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×