kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.161   74,00   0,41%
  • IDX 5.931   6,48   0,11%
  • KOMPAS100 771   -0,03   0,00%
  • LQ45 589   -0,41   -0,07%
  • ISSI 205   1,12   0,55%
  • IDX30 333   -0,29   -0,09%
  • IDXHIDIV20 413   -0,43   -0,10%
  • IDX80 88   0,08   0,09%
  • IDXV30 112   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 107   -0,24   -0,23%

Industri furnitur catatkan kinerja positif hingga Oktober 2018


Jumat, 30 November 2018 / 12:36 WIB
ILUSTRASI. Target penyaluran KUR


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri furnitur mempunyai peranan strategis dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia, salah satunya melalui kinerja ekspor. Pada periode Januari-Oktober 2018, nilai pengapalan produk mebel dan kerajinan kayu nasional mencapai US$ 1,4 miliar, naik 4,83% dari periode yang sama di tahun 2017.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemrin), Gati Wibawaningsih memaparkan bahwa industri furnitur termasuk yang mengalami catatan positif pada neraca perdagangannya. “Di Oktober 2018, sektor ini mencatatkan surplus sebesar US$ 99,1 juta,” kata Gati dalam siaran persnya, Jumat (30/11).

Menurut Gati, selain berorientasi ekspor, industri furnitur juga merupakan sektor padat karya. Hingga saat ini, jumlah sektor ini sebanyak 160.000 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 480.000 orang.  “Kami bertekad untuk terus memacu pertumbuhan dan pengembangan industri yang banyak digeluti pelaku IKM ini agar semakin berdaya saing global,” tuturnya.

Guna mencapai sasaran tersebut, beberapa langkah strategis yang sudah dilakukan Kemrin, antara lain melalui program bimbingan teknis produksi, sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Standar Nasional Indonesia (SKKNI), restrukturisasi mesin dan peralatan, fasilitasi perpanjangan sertifikasi legalitas kayu, serta menjalankan kegiatan promosi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×