kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Industri galangan kapal tagih pembebasan PPN


Senin, 07 September 2015 / 18:29 WIB
Industri galangan kapal tagih pembebasan PPN


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Rencana pemerintah memberikan insentif khusus bagi industri galangan kapal dalam negeri belum juga terealisasi. Sebelumnya, pemerintah berencana membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kapal produksi galangan dalam negeri.

Eddy Kurniawan Logam, Ketua Umum Ikatan Perusahaan Kapal Nasional dan Lepas Pantai atau Indonesia Ship Building and Offshore Association (Iperindo) mengatakan, pemerintah belum juga merealisasikan pembebasan PPN untuk galangan kapal. Padahal, sudah hampir setahun sejak pemerintah setuju PPN galangan kapal dibebaskan,

"Tapi sampai sekarang PP-nya belum juga diteken," ujar Eddy pada KONTAN, Senin (7/9).

Untuk diketahui, harga jual kapal produksi dalam negeri masih dikenai PPN 10%. Hal itu dinilai memberatkan konsumen, sehingga mereka beralih membeli kapal asing. Artinya, harga jual kapal produksi dalam negeri kalah saing karena PPN ini.

Terlebih bahan baku impor kapal juga masih dikenakan bea masuk 5%-12,5%. Sementara masih sekitar 70% bahan baku galangan kapal harus impor dari berbagai negara.

"Memang sudah ada Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP). Namun prosesnya panjang dan lama," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×