kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh dua kali lipat sepanjang 2019


Kamis, 12 Maret 2020 / 21:08 WIB
Industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh dua kali lipat sepanjang 2019
ILUSTRASI. Pekerja menyortir dan memasukan kapsul jamu tifus ke dalam botol di Sapiyan, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (5/1). Kemenperin catat industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sepanjang 2019 tumbuh dua kali lipat dibandingkan 2018. ANTARA FOTO/


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

Kendati kinerjanya cemerlang, industri farmasi masih ketergantungan impor bahan baku obat (BBO).

Guna menekan defisit neraca dagang di sektor industri farmasi, Kemenperin memacu tumbuhnya industri di sektor hulu atau produsen bahan baku, karena nilai tambah produk farmasi akan meningkat jika sektor hulu dan hilir terintegrasi.

Baca Juga: Arwana Citramulia (ARNA) ancang-ancang bidik kelas menengah ke atas

Adapun Agus menyatakan pemerintah mendorong industri farmasi nasional untuk terus berupaya membangun struktur yang dalam dan terintegrasi agar mampu menghasilkan produk-produk dengan inovasi baru dan bernilai tambah tinggi. 

"Oleh karena itu, guna menciptakan tujuan tersebut, diperlukan iklim usaha yang kondusif, ketersediaan bahan baku dan penguasaan teknologi," kata Agus. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×