kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.930.000   20.000   1,05%
  • USD/IDR 16.230   -112,00   -0,69%
  • IDX 7.214   47,18   0,66%
  • KOMPAS100 1.053   7,20   0,69%
  • LQ45 817   1,53   0,19%
  • ISSI 226   1,45   0,65%
  • IDX30 427   0,84   0,20%
  • IDXHIDIV20 504   -0,63   -0,12%
  • IDX80 118   0,18   0,16%
  • IDXV30 119   -0,23   -0,19%
  • IDXQ30 139   -0,27   -0,20%

Industri mamin sulit dapat pasokan kelapa


Jumat, 14 Oktober 2016 / 15:27 WIB
Industri mamin sulit dapat pasokan kelapa


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pelaku industri makanan minuman mengeluhkan sulitnya mendapatkan kelapa sebagai bahan baku. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengakui, industri dalam negeri hanya mendapatkan pasokan kelapa 50% dari total kebutuhan bahan baku industri.

Dampaknya, para pelaku industri tidak bisa maksimal dalam memproduksi produk berbahan baku kelapa. Perusahaan enggan mengimpor kelapa karena tidak ada negara yang menginzinkan ekspor kelapa segar.

Menruut Adhi, kelangkaan kelapa di Indonesia akibat rendahnya produktivitas lahan, sulitnya sarana transportasi yang menghubungkan perkebunan dengan lokasi pabrik. Maklum saja, sampai sekarang kebun kelapa didominasi oleh kebun rakyat yang lokasinya sulit dijangkau.

" Praktik ekspor ilegal juga marak terjadi," katanya, Jumat (14/10).

Selain itu, kurangnya sumber daya manusia (SDM) saat musim panen. Adhi menyebutkan, saat ini sulit menemukan buruh petik kelapa saat musim panen. Alasannya, tipe tanaman kelapa merupakan kelapa rakyat yang tinggi.

Untuk meningkatkan produksi kelapa nasional, pemerintah harus melakukan peremajaan tanaman karena, usianya yang sudah tua. Pemerintah juga harus membuat pelarangan ekspor kelapa segar. Pasalnya, negara lain sudah menerapkan hal tersebut, seperti Filipina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×