kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Industri mamin sulit dapat pasokan kelapa


Jumat, 14 Oktober 2016 / 15:27 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pelaku industri makanan minuman mengeluhkan sulitnya mendapatkan kelapa sebagai bahan baku. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengakui, industri dalam negeri hanya mendapatkan pasokan kelapa 50% dari total kebutuhan bahan baku industri.

Dampaknya, para pelaku industri tidak bisa maksimal dalam memproduksi produk berbahan baku kelapa. Perusahaan enggan mengimpor kelapa karena tidak ada negara yang menginzinkan ekspor kelapa segar.

Menruut Adhi, kelangkaan kelapa di Indonesia akibat rendahnya produktivitas lahan, sulitnya sarana transportasi yang menghubungkan perkebunan dengan lokasi pabrik. Maklum saja, sampai sekarang kebun kelapa didominasi oleh kebun rakyat yang lokasinya sulit dijangkau.

" Praktik ekspor ilegal juga marak terjadi," katanya, Jumat (14/10).

Selain itu, kurangnya sumber daya manusia (SDM) saat musim panen. Adhi menyebutkan, saat ini sulit menemukan buruh petik kelapa saat musim panen. Alasannya, tipe tanaman kelapa merupakan kelapa rakyat yang tinggi.

Untuk meningkatkan produksi kelapa nasional, pemerintah harus melakukan peremajaan tanaman karena, usianya yang sudah tua. Pemerintah juga harus membuat pelarangan ekspor kelapa segar. Pasalnya, negara lain sudah menerapkan hal tersebut, seperti Filipina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×