kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Industri mamin sulit dapat pasokan kelapa


Jumat, 14 Oktober 2016 / 15:27 WIB
Industri mamin sulit dapat pasokan kelapa


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pelaku industri makanan minuman mengeluhkan sulitnya mendapatkan kelapa sebagai bahan baku. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengakui, industri dalam negeri hanya mendapatkan pasokan kelapa 50% dari total kebutuhan bahan baku industri.

Dampaknya, para pelaku industri tidak bisa maksimal dalam memproduksi produk berbahan baku kelapa. Perusahaan enggan mengimpor kelapa karena tidak ada negara yang menginzinkan ekspor kelapa segar.

Menruut Adhi, kelangkaan kelapa di Indonesia akibat rendahnya produktivitas lahan, sulitnya sarana transportasi yang menghubungkan perkebunan dengan lokasi pabrik. Maklum saja, sampai sekarang kebun kelapa didominasi oleh kebun rakyat yang lokasinya sulit dijangkau.

" Praktik ekspor ilegal juga marak terjadi," katanya, Jumat (14/10).

Selain itu, kurangnya sumber daya manusia (SDM) saat musim panen. Adhi menyebutkan, saat ini sulit menemukan buruh petik kelapa saat musim panen. Alasannya, tipe tanaman kelapa merupakan kelapa rakyat yang tinggi.

Untuk meningkatkan produksi kelapa nasional, pemerintah harus melakukan peremajaan tanaman karena, usianya yang sudah tua. Pemerintah juga harus membuat pelarangan ekspor kelapa segar. Pasalnya, negara lain sudah menerapkan hal tersebut, seperti Filipina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×