kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Industri Mamin Tumbuh 6,51%, GAPMMI Soroti Pentingnya Inovasi dan Bahan Baku


Sabtu, 29 Agustus 2026 / 18:38 WIB
Industri Mamin Tumbuh 6,51%, GAPMMI Soroti Pentingnya Inovasi dan Bahan Baku
ILUSTRASI. Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman (KONTAN/Vina Elvira)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Kementerian Keuangan mencatat industri makanan dan minuman tumbuh 6,51% secara year-on-year (yoy) pada kuartal II 2026.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, termasuk perubahan gaya hidup dan preferensi konsumen yang semakin memperhatikan kesehatan serta memilih produk makanan dan minuman yang lebih sehat.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan, pertumbuhan industri makanan dan minuman perlu didukung kemampuan pelaku usaha untuk beradaptasi dengan kebutuhan yang terus berkembang.

Baca Juga: WIKA Pangkas Utang Rp 2,15 Triliun hingga Kuartal II 2026

Karena itu, ia menilai dibutuhkan platform yang mempertemukan antara industri, inovator, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih adaptif dan berdaya saing. 

"Pertumbuhan industri makanan dan minuman perlu didukung oleh kemampuan pelaku usaha untuk terus beradaptasi terhadap kebutuhan yang semakin berkembang. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga akses terhadap sumber alternatif, inovasi, dan jaringan mitra yang lebih luas," ungkap Adhi, dalam konferensi pers Fi Asia Indonesia 2026 yang digelar pada Kamis (27/8). 

Salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah penyelenggaraan Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026. Acara ini akan digelar pada 16-18 September 2026 di JIExpo Kemayoran. 

Fi Asia Indonesia 2026 menjadi platform yang mempertemukan pelaku industri, pemasok bahan baku, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat akses terhadap inovasi, memperluas jaringan, serta membuka peluang bisnis baru.

Tahun ini, skala penyelenggaraan Fi Asia Indonesia 2026 juga diperluas. Jumlah hall meningkat menjadi 11 hall dari sebelumnya tujuh hall pada penyelenggaraan 2024.

Selain itu, Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 10 Country Pavilions. Sejumlah negara yang baru bergabung antara lain Kanada, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

Adhi menambahkan, Fi Asia Indonesia 2026 juga menghadirkan sejumlah area khusus, seperti Natural Ingredients Pavilion, Beverage Ingredients Pavilion, dan New Business Pavilion.

Natural Ingredients Pavilion membantu memperluas pilihan sumber bahan baku alami dan organik. Sementara itu, Beverage Ingredients Pavilion membuka peluang eksplorasi bahan baku untuk mendukung inovasi produk minuman.

"Dan New Business Pavilion menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk menemukan beragam solusi, bertukar wawasan, memperluas jaringan, serta membangun kemitraan yang mendukung kebutuhan industri di masa depan," tambahnya. 

Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI PGKH IPB Dr. Puspo Edi Giriwono menjabarkan, pertumbuhan industri juga perlu diiringi dengan penguatan inovasi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset.

"Riset dalam bidang pangan terutama pengembangan bahan baku membuka peluang untuk mengeksplorasi sumber alternatif, meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya, meningkatkan daya saing, serta mengembangkan formulasi yang tetap memenuhi kualitas, keamanan, dan nilai gizi," ucapnya. 

Melalui Fi Asia Indonesia 2026, SEAFAST melihat peluang untuk menjembatani dan bertukar ide dan pemikiran dalam hal perkembangan pengetahuan, sains dan hasil riset dengan kebutuhan nyata industri.

Selain mempertemukan pelaku industri dan pemasok bahan baku, Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah special features untuk membantu pelaku industri memahami perkembangan, tren, dan inovasi terkini.

Sejumlah fitur tersebut meliputi Innovation Zone, Innovation Tour, Sensory Box, Beverage Hub, Halal Coaching Service, dan Academic to Commercial Showcase.

Fi Asia Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi ruang bagi seluruh pelaku dalam ekosistem makanan dan minuman untuk menemukan inspirasi, memperluas akses terhadap inovasi dan solusi, memperkuat kolaborasi, serta membuka peluang baru yang dapat mendukung perkembangan industri Indonesia ke depan. 

Baca Juga: Pelaku Industri Properti Harus Adaptif di Tengah Pasar yang Dinamis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×