kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45861,31   -4,94   -0.57%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Industri nasional dinilai memerlukan bioteknologi untuk pengelolaan limbah


Selasa, 22 Desember 2020 / 18:25 WIB
Industri nasional dinilai memerlukan bioteknologi untuk pengelolaan limbah
ILUSTRASI. Pengolahan limbah.

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri nasional perlu melakukan pengelolaan limbah dengan baik agar bisa menerapkan konsep ramah lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan bioteknologi untuk mewujudkan hal tersebut.

Putu Virgina Partha Devanthi, Pengajar Fakultas BioTechnology, Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L) menjelaskan rekayasa mikroorganisme maupun tumbuhan untuk mengeliminasi bahkan mengubah limbah menjadi produk yang bernilai tambah, seperti bahan bakar sudah dapat dilakukan.

“Tidak hanya dapat digunakan untuk menanggulangi limbah, tapi bioteknologi dapat digunakan sebagai solusi penanggulangan limbah yang sustainable,” kata Putu dalam keterangan resminya, Jumat (22/12).

Pada dasarnya semua limbah yang berasal dari alam dan biodegradable dapat ditanggulangi dengan memanfaatkan mikroorganisme, misalnya sampah makanan, limbah pertanian, termasuk minyak bumi. Adapula mikroorganisme yang mampu mengeliminasi logam berat dan bahan radioaktif.

Bahkan, saat ini semakin banyak penelitian yang menunjukkan adanya mikroorganisme yang mampu mendegradasi plastik, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut agar dapat diaplikasikan di skala industri.

Baca Juga: Tarik minat investor asing, PUPR kembangkan kawasan industri Batang dan Subang

Menurutnya, bioteknologi dapat membantu untuk mencegah atau mengurangi bertambahnya jenis maupun jumlah limbah baru. Dengan bioteknologi, maka produk-produk berbasis biologi yang lebih ramah lingkungan dan keberlanjutan ekologis dapat dikembangkan. “Misalnya bioplastik, biofuel, dan masih banyak lagi,” jelas dosen i3l tersebut.

Ia menambahkan perlu dilakukan riset terus menerus untuk mengeksplorasi mikroorganisme di Indonesia yang begitu beragam. Sehingga di kemudian hari masyarakat juga dapat memanfaatkannya untuk mengolah jenis limbah yang lebih beragam.

Bioteknologi juga berkontribusi untuk memulihkan sumber energi. Terlebih saat ini Indonesia sangat bergantung pada sumber energi yang tidak terbarukan yang bersumber dari energi fosil.

Energi terbarukan kini amat dibutuhkan sebagai upaya untuk mengatasi semakin menipisnya ketersediaan sumber energi fosil. Saat ini, energi terbarukan menjadi isu besar yang berpotensi mengubah peta geopolitik energi dunia. Kemajuan teknologi dan penurunan biaya teknologi membuat energi terbarukan tumbuh lebih cepat daripada sumber energi lainnya.

“Bioteknologi dapat memberikan solusi untuk mendiversifikasi sumber energi kita saat ini. Misalnya saja melalui produksi biogas, bioetanol, dan biodiesel,” pungkasnya.

Selanjutnya: Dorong daya saing, Kemenperin terapkan industri hijau dan circular economy

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×