kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

Industri otomotif masih menunggu regulasi mobil listrik dari Pemerintah

Rabu, 04 Juli 2018 / 17:44 WIB

Industri otomotif masih menunggu regulasi mobil listrik dari Pemerintah
ILUSTRASI. Mobil listrik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai bentuk komitmen untuk menjadi bagian dari pengembangan industri otomotif nasional, Toyota Indonesia yang direpresentasikan oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motor (TAM) bersama-sama dengan enam Universitas di Indonesia mengembangkan studi bersama.

Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono menjelaskan, dalam riset ini Toyota memberikan dukungan berbentuk penyediaan alat berupa kendaraan, data logger, charger, dan asistensi lainnya yang dapat dipergunaan oleh para peneliti dari universitas-universitas di Indonesia.


Kami berharap dukungan yang kami berikan ini dapat membantu pemetaan kondisi dan kebutuhan riil pelanggan, termasuk kesiapan dan tantangan dalam mengembangkan industri dan infrastruktur kendaraan elektrifikasi di Indonesia sesuai arahan Kementerian Perindustrian,” kata Warih, Rabu (4/7).

Sayangnya, investasi yang akan digelontorkan oleh Toyota belum dibeberkan. Yang jelas ada beberapa sektor yang dipelajari Toyota. Mulai dari preferensi konsumen, infrastruktur, rantai produksi kendaraan listrik serta regulasi pemerintah. "Kita akan memproduksi model-model yang nanti diharapkan konsumen di Indonesia," jelas Warih.

Sementara, Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto menjelaskan, sisi perpajakan dapat mengubah harga jual kendaraan. Menurutnya saat ini kebijakan sangat bergantung pembicaraan Kementerian Keuangan (Kemkeu) dan Kementerian Perindustrian (Kemprin).

Apalagi saat ini kebijakan Pemerintah Indonesia yang masih menerapkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) yang sama antara kendaraan non emisi dengan mobil emisi.

"Misalnya PPnBM itu tidak ada maka harga Prius itu berkurang. Saat ini harga kisaran Prius sekitar Rp 700 juta. PPnBM hilang bisa berkurang Rp 100 juta," kata Soerjopranoto, Selasa (4/7).

Sebelumnya, di awal tahun ini pemain otomotif asal Jepang lain yakni Mitsubishi Motors juga telah memberikan delapan unit Mitsubishi Outlander PHEV yang merupakan model SUV plug-in hybrid, dua unit kendaraan listrik i-MiEV dan empat unit quick charger kepada pemerintah Indonesia. 

Kendaraan-kendaraan ini dihibahkan untuk dilakukan studi bersama dengan Kemprin terkait pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.


Reporter: Eldo Christoffel Rafael
Editor: Yoyok

OTOMOTIF

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0497 || diagnostic_web = 0.2953

Close [X]
×