Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • SUN95,68 0,00%
  • EMAS666.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Industri pengolahan kakao terus dipacu

Senin, 11 Februari 2019 / 17:53 WIB

Industri pengolahan kakao terus dipacu
ILUSTRASI. Sentra Perkebunan Kakao di Sulawesi

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pemerintah terus mendorong pengembangan hilirisasi di sektor industri untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku di dalam negeri. Salah satu sektor prioritas yang sedang dipacu adalah industri pengolahan kakao.

Pada peresmian Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Pengolahan Kakao Terpadu (PPKIPKT) di Batang, Jawa Tengah, Menteri Perindustrian Airlangga menjelaskan guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang perkakaoan.


Menperin menjelaskan, pendirian PPKIPKT menjadi wujud nyata dari implementasi amanat Presiden Joko Widodo yang menginginkan perguruan tinggi dapat mendukung dan terlibat langsung dalam aktivitas industrialisasi.

PPKIPKT merupakan pabrik pengolahan kakao pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan kebun kakao dan sekaligus menjadi pusat pengembangan SDM di bidang kakao. Fasilitas ini mulai dibangun sejak tahun 2017 melalui kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan Pemerintah Kabupaten Batang dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Ini menjadi sarana dan prasarana yang kita harapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat baik melalui penciptaan wirausaha baru maupun menyediakan SDM yang siap bekerja di bidang industri pengolahan kakao,” papar Airlangga dalam keterangan pers, Senin (11/2).

Menurut Airlangga, PPKIPKT akan dihibahkan kepada UGM untuk pengembangan SDM, kemudian kegiatan penelitian dan pendidikan bidang kakao bakal dioperasikan oleh PT. Pagilaran sebagai unit usaha milik UGM. “Kami berharap kepada PT. Pagilaran agar lebih aktif menjalin kemitraan dengan petani kakao,” tuturnya.

Kemudian, Kemenperin berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian guna menggenjot produksi kakao, baik melalui program ekstensifikasi, intesifikasi maupun rehabilitasi. Hal ini sejalan upaya Kemenperin untuk mendongkrak utilitas sektor industri pengolahan kakao yang saat ini kapasitas produksinya mencapai 747.000 ton per tahun.

Menperin optimistis, produk kakao olahan dari dalam negeri dapat diminati pasar global. Apalagi seiring perkembangan zaman, cokelat sudah menjadi kebutuhan gaya hidup masyarakat. “Di Eropa misalnya, ketika minum kopi, lebih afdol sambil makan cokelat,” ucapnya.

Untuk itu, perlu didorong peningkatan utilitas industri pengolahan kakao. “Kami mengapresiasi di cacao teaching industry ini, mesin-mesin pengolahannya sudah menggunakan 90 persen komponen dari dalam negeri," ujarnya.

Lokasi PPKIPKT berada di Desa Wonokerso, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang mempunyai area pabrik seluas 9.000 m2 dengan terdiri dari bangunan seluas 2.590m2. Fasilitas ini dilengkapi mesin dan peralatan industri pengolahan kakao berkapasitas 6.000 ton per tahun dengan nilai investasi sebesar Rp 89,9 miliar.


Reporter: Eldo Christoffel Rafael
Editor: Azis Husaini
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0474 || diagnostic_web = 0.3873

Close [X]
×