Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Menjelang pergantian tahun, perusahaan percetakan Tanah Air tampak semakin optimis dengan kondisi bisnis tahun 2016. Jimmy Juneanto, Presiden Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia memperkirakan, pertumbuhan industri percetakan tahun depan bisa mencapai 5% sampai 5,5%.
“Biasanya pertumbuhan industri percetakan selalu seiring pertumbuhan ekonomi, seperti di tahun 2014 kemarin,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (9/10).
Menurutnya selama nilai tukar rupiah terhadap dollar tidak terus melambung, gambaran bisnis percetakan tahun depan masih cukup positif. Baginya dollar sangat mempengaruhi laju bisnis industri percetakan. Kata dia, kenaikan kurs terkadang membuat perusahaan sulit penyesuaikan harga.
“Kami ini gak kaya PLN, yang bisa langsung menyesuaikan harga,” imbuhnya.
Jimmy mencontohkan, untuk perusahaan percetakan beroplah tinggi biasanya belum termasuk peralatan, kebutuhan dollar bisa mencapai kisaran 20%-25%. Sedangkan untuk percetakan beroplah rendah kebutuhan dollar bisa jauh lebih tinggi hingga 50%. Penggunaan bahan baku kertas yang lebih sedikit rupanya mendorong penggunaan komponen impor yang lebih banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News