kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.965.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.830   0,00   0,00%
  • IDX 6.438   38,22   0,60%
  • KOMPAS100 926   8,20   0,89%
  • LQ45 723   5,45   0,76%
  • ISSI 205   2,17   1,07%
  • IDX30 376   1,61   0,43%
  • IDXHIDIV20 454   0,42   0,09%
  • IDX80 105   1,01   0,98%
  • IDXV30 111   0,45   0,40%
  • IDXQ30 123   0,28   0,22%

Industri Tak Keberatan dengan BK CPO 4,5%


Senin, 26 April 2010 / 11:30 WIB
Industri Tak Keberatan dengan BK CPO 4,5%


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Max Ramajaya, pengurus bidang pemasaran Dewan Masyarakat Sawit Indonesia (DMSI) menyatakan, pelaku usaha sudah membaca bea keluar CPO sebesar BK 4,5% pada bulan Mei mendatang. Dus, besaran BK tersebut tidak masalah bagi industri.

"Kita sudah bisa baca sebelumnya, formula BK ini transparan," kata Max.

Menurutnya, pelaku usaha sudah menyesuaikan diri dengan adanya BK progresif yang diterapkan pemerintah tersebut dan sudah bisa menghitungnya sendiri. Namun, Max berharap jangan sampai ada perubahan lagi dalam penghitungan BK tersebut. "Karena kami sudah menyesuaikan dengan pengenaan BK sekarang," jelasnya.

Sebelumnya, karena harga produk kelapa sawit dan turunan tidak banyak perubahan dalam sebulan terakhir, maka pemerintah menetapkan Bea Keluar Crude Palm Oil (CPO) tetap 4,5% atau sama dengan bulan sebelumnya.

Dalam menentukan BK tersebut pemerintah mengacu pada harga rata-rata CPO yang diperdagangkan di Amsterdam yang mencapai US$ 823,74 per ton

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×