kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Industri Tak Keberatan dengan BK CPO 4,5%


Senin, 26 April 2010 / 11:30 WIB


Reporter: Asnil Bambani Amri |

JAKARTA. Max Ramajaya, pengurus bidang pemasaran Dewan Masyarakat Sawit Indonesia (DMSI) menyatakan, pelaku usaha sudah membaca bea keluar CPO sebesar BK 4,5% pada bulan Mei mendatang. Dus, besaran BK tersebut tidak masalah bagi industri.

"Kita sudah bisa baca sebelumnya, formula BK ini transparan," kata Max.

Menurutnya, pelaku usaha sudah menyesuaikan diri dengan adanya BK progresif yang diterapkan pemerintah tersebut dan sudah bisa menghitungnya sendiri. Namun, Max berharap jangan sampai ada perubahan lagi dalam penghitungan BK tersebut. "Karena kami sudah menyesuaikan dengan pengenaan BK sekarang," jelasnya.

Sebelumnya, karena harga produk kelapa sawit dan turunan tidak banyak perubahan dalam sebulan terakhir, maka pemerintah menetapkan Bea Keluar Crude Palm Oil (CPO) tetap 4,5% atau sama dengan bulan sebelumnya.

Dalam menentukan BK tersebut pemerintah mengacu pada harga rata-rata CPO yang diperdagangkan di Amsterdam yang mencapai US$ 823,74 per ton

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×