kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Ini cara PGN optimalkan FSRU Lampung


Senin, 19 Maret 2018 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Proses Aktivitas Pemindahan LPG di FSRU Lepas Pantai


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tengah mencari cara untuk memaksimalkan penggunaan proyek FSRU Lampung. Apalagi FSRU Lampung disebut-sebut merugikan PGN.

Direktur Komersial PGN Danny Praditya mengatakan PGN memang tengah berusaha untuk mengoptimalkan penggunaan FSRU Lampung. "Kami tidak tinggal diam kalau itu belum optimal akan kami coba optimalkan. Ada beberapa inisiatif," kata Danny akhir pekan lalu.

Salah satu inisiatif yang dilakukan PGN adalah melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak dengan menawarkan beberapa skema bisnis. 

Salah satu yang tengah diajak bicara adalah PT PLN (Persero). "Kami bicara dengan beberapa pihak terkait misalnya PLN ternyata masih membutuhkan spot LNG. Kami diskusikan. Intinya bagaimana mengoptimalkan eksisting infrastruktur untuk support apalagi sesama BUMN dan tentunya ada beberapa skema yang kami coba exercise,"imbuh Danny.

Danny bilang meski belum optimal, FSRU Lampung masih tetap dibutuhkan untuk operasi PGN. Terutama untuk menyuplai gas untuk pembangkit listrik jenis peaker di Muara Tawar, Muara Karang, dan Tanjung Priok.

"Untuk berikan gambaran, kami support teman-teman PLN itu kan untuk kluster Muara Tawar dan Tanjung Priok digunakan sebagai peaker. Peaker itu swing-nya cukup besar bisa 0 bisa 300, kalau tidak gunakan FSRU sistem kami tidak kuat untuk kontrak begitu besar, itulah dibutuhkan FSRU," jelas Danny.

Secara keseluruhan, Danny menyebut PGN masih berharap bisa mencatatkan pertumbuhan penjualan tahun ini. Salah satunya didorong dari permintaan industri yang tengah meningkat.

"Ada pertumbuhan dari industri mungkin 3-5%. Kalau sisi pembangkit minimal sama seperti tahun lalu tergantung juga harga batubara. Mungkin itu terkoreksi juga dengan adanya penetapan harga batubara yang kemarin karena kan pasti teman-teman PLN harus menekan BPP," kata Danny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×