kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.861   18,00   0,11%
  • IDX 8.203   -62,46   -0,76%
  • KOMPAS100 1.155   -12,58   -1,08%
  • LQ45 828   -11,27   -1,34%
  • ISSI 294   -1,79   -0,61%
  • IDX30 431   -4,59   -1,05%
  • IDXHIDIV20 516   -5,32   -1,02%
  • IDX80 129   -1,44   -1,11%
  • IDXV30 142   -0,64   -0,45%
  • IDXQ30 139   -1,83   -1,30%

KAI: 655.000 Tiket Lebaran Ludes Terjual, Lonjakan Terkonsentrasi di H-3 hingga H-1


Sabtu, 07 Februari 2026 / 14:07 WIB
KAI: 655.000 Tiket Lebaran Ludes Terjual, Lonjakan Terkonsentrasi di H-3 hingga H-1
ILUSTRASI. Penjualan tiket KAI untuk moment Lebaran 2026 capai 655.407


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan 655.407 tiket kereta api reguler hingga 7 Februari 2026 pukul 10.00 WIB untuk masa Angkutan Lebaran 2026.

Penjualan tersebut mencakup periode keberangkatan 11–24 Maret 2026 dan dilakukan melalui skema penjualan bertahap H-45.

Namun, data sementara menunjukkan permintaan tiket masih terkonsentrasi pada periode puncak menjelang Lebaran. Pada H-3 Lebaran (18 Maret 2026), jumlah tiket terjual mencapai 61.023. Angka tersebut meningkat pada H-2 dan H-1 Lebaran yang masing-masing menembus 63.456 tiket.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut minat masyarakat masih tinggi pada tanggal-tanggal favorit mudik, meski skema penjualan telah dimajukan.

Baca Juga: Ada Paket Operator Telekomunikasi yang Bisa Akumulasi Sisa Kuota Internet, Lebih Irit

“Skema ini memberi fleksibilitas bagi pelanggan dalam menentukan waktu perjalanan sekaligus membantu distribusi arus mudik agar lebih merata,” kata Anne dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Sabtu (7/2/2026).

Di luar periode puncak, penjualan tiket tercatat lebih rendah. Pada H1 Lebaran (21 Maret 2026), tiket yang terjual baru mencapai 46.515. Sementara pada H2 hingga H4 Lebaran, jumlah pemesanan berada di kisaran 55.425 hingga 59.878 tiket. Data ini mengindikasikan bahwa perubahan mekanisme penjualan belum sepenuhnya menggeser pola perjalanan masyarakat.

KAI menyebut penjualan masih berpotensi meningkat karena pemesanan tiket dibuka hingga 24 Maret 2026.

“Angka penjualan diperkirakan akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya penjualan,” tutur Anne.

Dari sisi tujuan, arus mudik masih didominasi kota-kota di Pulau Jawa. Stasiun Pasarsenen menjadi tujuan terpadat dengan 38.710 penumpang, diikuti Yogyakarta (27.241), Purwokerto (25.782), dan Semarang Tawang (23.593). Konsentrasi ini menandakan tekanan lalu lintas tetap tinggi pada koridor utama, khususnya jalur selatan dan tengah Jawa.

Mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI tengah menyiapkan pengoperasian kereta api tambahan, meski jumlah dan rutenya belum diumumkan

“Rencana pengoperasian kereta tambahan akan kami sampaikan setelah proses finalisasi,” ujar Anne.

Baca Juga: HKI, DILD, BEST, KIJA & SSIA Ungkap Sektor Potensial yang Bakal Investasi pada 2026

Di sisi layanan, KAI memperketat pengendalian tiket melalui kewajiban penggunaan identitas asli, penerapan face recognition saat boarding, serta pembatasan alokasi tiket rombongan maksimal 10% dari total kapasitas kursi. 

“KAI berkomitmen menghadirkan layanan mudik yang tertib, aman, dan nyaman,” pungkas Anne.

Meski demikian, tanpa paparan data kapasitas dan tingkat keterisian kursi, efektivitas skema H-45 dalam menekan kepadatan ekstrem pada hari-hari kritis mudik masih perlu dibuktikan.

Selanjutnya: Ada Paket Operator Telekomunikasi yang Bisa Akumulasi Sisa Kuota Internet, Lebih Irit

Menarik Dibaca: Semifinal BATC 2026 : Berikut Skuad Tim Putra Indonesia Melawan Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×