kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Ini dia lima hal penting menjaga keamanan siber ala Palo Alto Network


Kamis, 22 November 2018 / 23:29 WIB
Ini dia lima hal penting menjaga keamanan siber ala Palo Alto Network
ILUSTRASI. Palo Alto Networks


Reporter: Denisa Kusuma | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan keamanan digital, Palo Alto Networks memaparkan  “Cybersecurity Forecast 2019” pada Kamis (22/11) di Grand Hyatt Hotel.

Dalam penyampaiannya, Palo Alto Networks merinci potensi munculnya sejumlah ancaman keamanan siber dan cara menggunggah kewaspadaan di tahun 2019.

Kevin O’Leary, Field Chief Security Officer Asia Pacific Palo Alto Networks mengatakan tahun lalu marak terjadi serangan siber yang berakibat fatal pada dibobolnya data substansial milik sejumlah perusahaan maupun lembaga organisasi. Itu mengakibatkan kerugian finansial yang tidak ternilai, serta jatuhnya reputasi perusahaan dan loyalitas pelanggan mereka.

“Setiap pemimpin bisnis perlu menjadikan potensi sekaligus risiko keamanan sebagai bahan pertimbangan dalam menerapkan strategi keamanan siber di lingkungan IT mereka,” ujar Kevin pada KONTAN.

Ia menambahkan, semakin terkoneksinya lingkungan IT masa kini menjadi pembuka jalan bagi masuknya beragam ancaman keamanan siber yang membidik melalui titik rentan di lingkungan yang menganga lebar. Semisal upaya menjebak melalui situs palsu yang mirip dengan situs asli, hingga langsung mengarahkan serangan ke akun-akun personal pengguna media sosial guna menyuntikkan eksploitasi.

Selanjutnya, terdapat lima hal mengenai keamanan siber yang menjadi penting di tahun depan, diantaranya makin maraknya email bisnis yang disisipi lampiran jahat, rantai suplai menjadi titik lemah baru di lini keamanan, proteksi data dijadikan sebagai agenda utama di Asia Pasifik, cloud provider-enterprise lebih serius dalam membangun fondasi IT yang aman, dan makna penting membangun keamanan siber pada infrastruktur krusial seperti perbankan dan telekomunikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×