kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini empat sektor industri yang masih berotot


Senin, 23 Oktober 2017 / 18:39 WIB
Ini empat sektor industri yang masih berotot


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Empat sektor industri menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dalam kinerja tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla. Empat sektor industri yang tumbuh tersebut berasal dari industri non migas.

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian bilang empat industri yang tumbuh perkasa sampai triwulan kedua 2017 tersebut adalah; industri logam tumbuh 7,50%, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 7,38%, industri makanan dan minuman tumbuh 7,19%, dan industri mesin dan perlengkapan tumbuh 6,72%.

Industri pengolahan non-migas memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan kedua 2017 sebesar 17,94%. Kontribusinya lebih besar dari sektor industri lainnya, seperti Kontribusi ini terbesar dibandingkan sektor lainnya, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan sekitar 13,92%, konstruksi 10,11%, dan pertambangan dan penggalian 7,36%.

“Program hilirisasi industri berbasis agro dan tambang mineral telah menghasilkan berbagai produk hilir antara lain turunan kelapa sawit, stainless steel, dan smartphone,” kata Airlangga dalam pernyataan tertulis yang diterima KONTAN, Senin (23/10).

Berdasarkan data United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Indonesia menduduki peringkat ke-9 di dunia untuk Manufacturing Value Added atau naik dari peringkat tahun sebelumnya di posisi ke-10. Peringkat ke-9 ini sejajar dengan Brazil dan Inggris, bahkan lebih tinggi dari Rusia, Australia, dan negara ASEAN lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×