kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ini klarifikasi Lion Air terkait kabar utang yang mencapai Rp 614 triliun


Kamis, 13 Juni 2019 / 17:06 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lion Air pada hari ini menyampaikan klarifikasi sehubungan pemberitaan mengenai utang perusahaan mencapai Rp 614 triliun. Manajemen menegaskan bahwa informasi utang atau berpotensi utang serta akan menjadi beban pihak lain adalah tidak benar.

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air menyampaikan benar bila Lion Air Group melakukan pemesanan armada lebih dari 800 pesawat udara dari berbagai pabrikan pesawat di seluruh dunia.

"Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud dan sudah mengoperasikannya di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (13/6)

Dirinya menyampaikan bahwa pendanaan dalam pengadaan pesawat udara dilakukan menggunakan berbagai metode, tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana. Selain itu, pesanan pesawat udara tersebut, tidak semua akan dioperasikan di Indonesia.

Disamping pengadaan pesawat tidak dijamin oleh siapapun dan tidak menjaminkan siapapun, kecuali Lion Air sendiri yang bertanggungjawab atas pengadaan pesawat yang dilakukan dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli. Apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan adanya jaminan

"Saat ini, kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan berjalan lancar," lanjutnya.

Lion Air menegaskan sesuai pandangan dan analisis tajam bisnis ke depan, Lion Air bersama anggota Lion Air Group yang lain akan terus melakukan pengembangan bidang usaha dan rute.

Terkait adanya penyebaran informasi yang tendensius, menyesatkan dan menyudutkan perusahaan serta pemilik perusahaan, saat ini manajemen Lion Air sedang mempelajari untuk menentukan langkah-langkah berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×