Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Lautan Luas Tbk (LTLS) terus mengembangkan bisnis pengolahan air sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru.
Emiten distributor dan produsen bahan kimia ini menargetkan kontribusi bisnis air terhadap pendapatan konsolidasi bisa menembus lebih dari 15% dalam jangka panjang.
Direktur Keuangan LTLS Elly Mariana Tansil mengatakan, bisnis air saat ini memberikan kontribusi sekitar 12% terhadap total pendapatan konsolidasi perusahaan. Pada semester II 2026, kontribusi tersebut diperkirakan masih berada di kisaran 12%-15%.
“Jangka panjang yang akan kami targetkan menjadi lebih dari 15% melihat potensi dan juga pertumbuhan kebutuhan air di Indonesia,” ujar Elly dalam paparan publik, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Jatuh Tempo November 2026, Begini Strategi Lautan Luas Lunasi Obligasi Rp135 Miliar
Bisnis pengolahan air LTLS mencakup pengolahan air baku, air bersih, pengolahan limbah hingga air minum. Perusahaan juga mengembangkan layanan berbasis operasi dan pemeliharaan atau operation and maintenance (O&M).
Melalui model tersebut, LTLS tidak hanya menjual bahan kimia kepada pelanggan, tetapi menempatkan tim di lokasi pelanggan untuk mengelola proses pengolahan air. Perusahaan mengenakan biaya berdasarkan volume air yang diolah.
Sejumlah pelanggan yang menggunakan layanan tersebut antara lain Unilever, Astra, Petromidia dan Petrokimia Gresik. Model serupa juga dikembangkan untuk sektor perhotelan, termasuk memproduksi air minum langsung di lokasi pelanggan.
LTLS juga mengembangkan solusi reverse osmosis (RO) dengan merek Pureve yang menyasar industri, hotel, restoran, kafe, perkantoran, fasilitas umum hingga residensial.
Di bisnis ritel, perusahaan mulai mengembangkan gerai isi ulang air minum dengan merek Murni. Saat ini terdapat 11 gerai di wilayah Jabodetabek dan jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 20 gerai pada tahun depan.
Selain pasar domestik, pengembangan bisnis air juga dilakukan di kawasan regional, terutama Vietnam dan Thailand.
Peluang tersebut menjadi semakin penting bagi LTLS seiring kinerja perusahaan yang tumbuh positif. Hingga kuartal II 2026, pendapatan LTLS mencapai Rp5,1 triliun, tumbuh 21% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun.
Ke depan, LTLS masih akan memperkuat bisnis air melalui pengembangan teknologi, layanan O&M serta ekspansi pasar. Perusahaan menilai kebutuhan pengolahan air bersih dan limbah di Indonesia masih memberikan ruang pertumbuhan yang cukup besar.
Baca Juga: Pelindo Perkuat Peran Perempuan dalam Program TJSL
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














