kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ini kondisi maskapai yang terancam ditutup


Kamis, 03 September 2015 / 22:05 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Ada delapan perusahaan maskapai yang terancam berhenti beroperasi karena belum memenuhi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 97 tahun 2015 tentang Petunjuk Kepemilikan dan Penguasaan Pesawat Udara.

Suprasetyo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, bilang, ketentuan ini mewajibkan kepada perusahaan maskapai memiliki 5 pesawat dan menguasai 5 pesawat dengan batas akhir aturan hingga 1 Oktober 2015 - 31 Oktober 2015.

Jika lewat dari batas waktu tersebut maka akan terkena sanksi pemberhentian operasional hingga penutupan izin usaha.

Perusahaan maskapai tersebut adalah :

1. PT Indonesia AirAsia Extra : menguasai 5 pesawat dan belum memiliki pesawat
2. PT Transnusa Aviation Mandiri : menguasai 4 pesawat dan memiliki 5 pesawat
3. PT Mylndo Airlines : menguasai 1 pesawat dan memiliki 1 pesawat
4. PT Jayawijaya Dirgantara : belum menguasai pesawat dan memiliki 2 pesawat
5. PT Aviastra Mandiri : menguasai 1 pesawat dan memiliki 9 pesawat, namun tidak memenuhi SIUAUN tidak berjadwal.
6. PT TRI MG Intra Asia : menguasai 3 pesawat dan memiliki 2 pesawat
7. PT Asian One Air : menguasai 1 pesawat dan memiliki 1 pesawat
8. PT Matthew Air Nusantara : belum menguasai pesawat dan memiliki 2 pesawat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×