kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini proyeksi tanggal penawaran obligasi KAI


Senin, 11 November 2019 / 14:07 WIB
Ini proyeksi tanggal penawaran obligasi KAI
ILUSTRASI. Masinis mengoperasikan kereta api (KA) Bandara Soekarno Hatta saat tiba di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Umumkan rencana obligasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) yakin memperoleh pernyataan efektif dari OJK pada 5 Desember 2019. Sehingga, pihaknya dapat melakukan penawaran umum pada 6 - 9 Desember mendatang.

Didiek Hartantyo, Direktur Keuangan Kereta Api Indonesia (Persero) menyebutkan selama lima tahun sejak 2014, KAI mencatatkan pertumbuhan pendapatan dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 25,5% dan rata-rata pertumbuhan laba bersih dengan CAGR 22,3%.

Baca Juga: Pembangunan LRT Jabodebek tahap I capai 67,3%

Selain itu, berdasarkan laporan posisi keuangan pihaknya semakin berkembang yang mana peningkatan aset dengan CAGR 20,1% serta diiringi pertumbuhan ekuitas dengan CAGR 30,2%.

Sedangkan, hingga semester I lalu pihaknya mencatatkan total aset mencapai Rp 41,2 triliun dengan pertumbuhan 5,84%. Sedangkan pertumbuhan total liabilitas sebesar 7,1% dan pertumbuhan total ekuitas sebesar 4,4%. Sementara jika dibandingkan dengan periode 30 Juni 2018, KAI mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan 14,31% dan pertumbuhan laba bersih 54,39%.

Ia menilai capaian tersebut dari dukungan yang kuat pemerintah terhadap KAI yang terlihat dari pemerintah yang mempertahankan kepemilikan 100% di KAI, karena KAI ini merupakan BUMN yang menyediakan, mengatur dan mengurus jasa angkutan kereta api di seluruh Indonesia," ujarnya di Jakarta, Senin (11/9).

Dari sana, Didiek optimis KAI akan memperoleh pernyataan efektif dari OJK ada 5 Desember nanti dan melakukan penawaran umum pada 6 - 9 Desember. Sedangkan, untuk tanggal penjatahan diperkirakan pada 10 Desember 2019 dan ditutup dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 13 Desember 2019.

Baca Juga: Indo Bintang Mandiri memulai penawaran saham perdana hari ini

Adapun obligasi ini merupakan penawaran kedua KAI yang mana membidik dana sebesar Rp 2 triliun. Sebelumnya, pada 2017 lalu pihaknya juga telah menerbitkan surat utang perdana sebesar Rp 2 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendanai proyek KA Bandara Soekarno-Hatta sebesar 55%, dan sisanya untuk pengadaan kereta baru.

Sementara itu, saat ini beberapa proyek yang sedang ditangani KAI di antaranya melalui Perpres No. 49/2017 tentang percepatan penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Kemudian, program peremajaan saran dengan tujuan untuk meningkatkan layanan angkutan penumpang. Serta dari sisi angkutan barang KAI melakukan pengembangan kapasitas angkutanbatu bara dengan cara menambah lokomotif dan gerbong serta mengembangkan jalur di Sumatera bagian selatan.

Baca Juga: Viral video masinis beli makanan saat kereta di perlintasan, ini penjelasan PT KAI

Untuk penawaran kali ini pihaknya melihat mendapatkan minat yang cukup besar dari para investor, yang mana permintaan obligasi mencapai Rp 5,2 triliun atau melebihi 2,5x dari nilai yang ditawarkan.




TERBARU

×