kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.885   -15,00   -0,09%
  • IDX 7.968   32,76   0,41%
  • KOMPAS100 1.123   5,96   0,53%
  • LQ45 819   3,30   0,40%
  • ISSI 280   1,71   0,62%
  • IDX30 428   1,76   0,41%
  • IDXHIDIV20 516   1,20   0,23%
  • IDX80 126   0,70   0,56%
  • IDXV30 139   0,56   0,40%
  • IDXQ30 139   0,41   0,29%

Ini rencana pemerintah kembangkan industri game


Jumat, 30 Januari 2015 / 19:11 WIB
Ini rencana pemerintah kembangkan industri game
ILUSTRASI. Empat ketua umum parpol berjabat tangan saat deklarasi dukungan kepada Prabowo Subianto di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEK), Triawan Munaf akan menggenjot industri game dan aplikasi di Indonesia. Menurut dia, kebanyakan pengembang (developer) game di Indonesia saat ini hanya berminat jadi kontraktor.

Faktornya ia akui karena masih kurang dukungan dari pemerintah. "Masih kurang proteksi untuk para developer lokal. Investor lokal juga kurang bermain," kata Triawan saat dihubungi KompasTekno per telepon, Kamis (29/1).

Untuk itu, Triawan mewacanakan akan memberi subsidi bagi para developer game yang serius ingin memajukan ekosistem industri dalam negeri. Investor lokal juga akan didorong untuk lebih percaya pada kualitas produk developer lokal. "Kita akan bantu dengan pemberian subsidi," katanya.

Selain masalah terkait regulasi dan modal, Triawan juga mengklaim masalah kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tantangan. Untuk itu, ayah penyanyi Sherina Munaf ini berencana mengajukan pengembangan game dan aplikasi masuk dalam ranah pendidikan.

"Industri game dan aplikasi ini sudah mendunia. Kita harus genjot SDM di ranah pendidikan. Ini untuk tingkatkan daya saing," Triawan menjelaskan.

Terkait ini, Triawan mengatakan akan berkonsultasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Strategi dan wacana Triawan diakuinya belum digodok menjadi regulasi. Pasalnya, Ketua BEK yang baru menjabat 6 hari ini masih dalam tahap mengumpulkan informasi dari para pelaku industri. "Kita masih mengidentifikasi masalah, setelahnya baru menyusun strategi dan regulasinya," pungkasnya. (Fatimah Kartini Bohang)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×