kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ini jurus Jokowi untuk perlintasan rel kereta api


Rabu, 07 November 2012 / 16:54 WIB
ILUSTRASI. The logo of Evergrande Auto is seen during a media day for the Auto Shanghai show in Shanghai, China April 19, 2021. REUTERS/Aly Song


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Perlintasan kereta api sering menjadi momok bagi sebagian warga DKI Jakarta. Selain rawan kecelakaan, perlintasan kereta api pada jam tertentu berakibat pada penumpukan kendaraan, alhasil kemacetan bisa bertambah parah.

Untuk menanggulangi hal itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membuat underpass atau fly over di 12 titik perlintasan kereta api yang dianggap penting. Tujuan pembangunan dilakukan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

"Ini sudah dilakukan kajian, tahun depan arus keberangkatan kereta api dari Jakarta-Depok dan Jakarta Tangerang bakal naik, karena PT KAI berencana menambah kereta, jadi underpass atau fly over ini cukup penting," ujar Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di Balai Kota, Rabu (7/11).

Menurutnya, dengan peningkatan jumlah keberangkatan kereta itu, maka tiap 3 menit bakal ada kereta yang melintas, dan hal itu bisa menimbulkan antrean kendaraan dan kemacetan yang makin parah.

"Melakukan buka-tutup pintu perlintasan jelas tak efektif, terlebih risiko kecelakaan juga cukup tinggi, dengan adanya underpass dan fly over tak ada lagi kendaraan yang menunggu di perlintasan," tambahnya.

Guna merealisasikan proyek itu, Jokowi bilang, Pemprov DKI sudah menyodorkan anggaran proyek senilai Rp 1,4 triliun untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Jika memperoleh restu dari DPRD, maka tahun depan proyek sudah bisa dimulai pengerjaannya. "Saat ini masih dalam pembahasan di Dewan dan terus didiskusikan," katanya.

Rencananya, perlintasan kereta yang akan dibuat underpass atau flyover itu adalah jalur yang arus lalu lintasnya padat seperti di Kebayoran Lama dan Permata Hijau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×