Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memperluas kemitraan bisnis untuk mendorong penjualan produk pariwisata Indonesia di pasar domestik dan internasional.
Melalui Jakarta Wonderful Indonesia Tourism Fair (JWITF) 2026, holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata ini membidik peluang kerja sama distribusi, pemasaran, hingga pengembangan produk komersial.
Baca Juga: Batam Dilirik Jadi Lokasi Pengembangan Teknologi Sampah Jadi Listrik dari China
Pameran yang diselenggarakan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) pada 15–17 Oktober 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, tersebut menjadi ajang bagi InJourney untuk mempertemukan portofolio bisnisnya dengan agen perjalanan, operator tur, pengelola perjalanan korporasi, serta pelaku meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE).
Direktur Komersial InJourney Veronica H. Sisilia mengatakan, penguatan jaringan kemitraan menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan peluang komersial di berbagai lini bisnis pariwisata.
“Melalui JWITF 2026, kami membawa kekuatan ekosistem InJourney untuk membuka kerja sama yang lebih luas dengan pelaku industri. Mitra dapat menjajaki berbagai kebutuhan bisnis, dari destinasi dan akomodasi hingga layanan pendukung perjalanan, dalam satu forum,” ujar Veronica dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Menurut dia, penjajakan tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama konkret di bidang distribusi, penjualan, dan pemasaran yang dapat berlanjut setelah pameran berakhir.
Baca Juga: Investor Makin Selektif, Permintaan Lahan Kawasan Industri Tetap Tumbuh
InJourney menawarkan portofolio bisnis yang mencakup destinasi wisata budaya dan rekreasi, jaringan perhotelan, kawasan pariwisata, layanan pendukung aviasi, hingga produk ritel.
Portofolio destinasi yang diperkenalkan antara lain Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Sementara itu, jaringan InJourney Hospitality membuka peluang kerja sama di sektor akomodasi dan MICE.
Adapun kawasan pariwisata The Mandalika, The Nusa Dua, dan The Golo Mori turut ditawarkan untuk pengembangan paket perjalanan dan perluasan pasar wisatawan.
Di sektor perhotelan, InJourney menjajaki kerja sama komersial melalui penawaran tarif khusus dan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra.
Strategi tersebut diharapkan membantu agen perjalanan dan operator tur menyusun paket wisata yang lebih kompetitif sesuai karakteristik pelanggan.
Selain akomodasi dan destinasi, InJourney Aviation Services menawarkan peluang kolaborasi untuk kebutuhan layanan pendukung aviasi dan operasional.
Baca Juga: Kemenkes Tunjuk Primaya Hospital Wakili Indonesia di Malaysia Health Care Expo 2026
Sarinah juga membuka kesempatan kerja sama pengadaan produk bagi pelaku industri pariwisata dan korporasi.
Melalui pendekatan lintas entitas, InJourney berupaya menghubungkan berbagai layanan dalam satu ekosistem bisnis.
Strategi ini membuka peluang bagi mitra untuk menyusun paket perjalanan lintas destinasi, memperluas segmen pelanggan, serta mengoptimalkan saluran penjualan.
Veronica menambahkan, pengembangan kemitraan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan potensi setiap destinasi agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi pelaku industri.
“Dengan menghubungkan portofolio InJourney dengan jaringan distribusi yang tepat, kami ingin memperbesar peluang bisnis sekaligus mendorong nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi ekosistem pariwisata Indonesia,” tambahnya.
Baca Juga: Lion Parcel Perkuat Strategi Jemput Peluang Ekspor
InJourney mengarahkan pertemuan bisnis selama JWITF 2026 untuk mengidentifikasi calon mitra dengan kebutuhan dan potensi komersial yang jelas.
Peluang yang teridentifikasi selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pembahasan kontrak, kemitraan distribusi, pengembangan produk, maupun kolaborasi pemasaran.
Perusahaan berharap perluasan jaringan kemitraan tersebut dapat meningkatkan jangkauan pemasaran destinasi dan layanan pariwisata Indonesia.
Dengan semakin luasnya akses ke pasar, kerja sama ini diharapkan turut mendorong pertumbuhan bisnis pariwisata serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














