Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan sektor pariwisata Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada keindahan destinasi wisata. Pemerintah melihat industri makanan, minuman, dan kafe (horeca) memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman wisata yang lebih bernilai sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan penguatan industri makanan, minuman, dan kafe (horeca) menjadi salah satu kunci untuk memperkuat sektor pariwisata Indonesia secara keseluruhan.
Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan pameran dagang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di JIEXPO, Kemayoran, Senin (21/7/2026).
Baca Juga: Subsidi Energi Dinilai Salah Sasaran, MPR Dorong Reformasi Penyaluran
Widiyanti menilai, gelaran yang mempertemukan pelaku usaha makanan, minuman, hingga hospitality seperti FHI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia di pasar global.
"Pariwisata Indonesia saat ini tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga pengalaman melalui gastronomi dan kualitas layanan hospitality yang telah menjadi aset strategis," kata dia di JIEXPO Kemayoran, Senin (21/7/2026).
Di saat yang sama, Widiyanti menilai kualitas destinasi pariwisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik wisata. Namun, juga dari kemampuan industri dalam menghadirkan layanan hospitality yang berkualitas.
Widiyanti menambahkan, penyelenggaraan ajang seperti FHI turut berperan dalam memperkuat ekosistem industri pariwisata melalui peningkatan standar layanan, inovasi, serta pertukaran pengetahuan antar pelaku industri.
Gelaran ini juga disebut dapat menciptakan peluang baru bagi investasi melalui pengembangan infrastruktur, penerapan teknologi smart tourism, praktik bisnis berkelanjutan, hingga penguatan industri kuliner.
"Investasi tersebut penting untuk mempercepat pengembangan ekonomi pariwisata sekaligus meningkatkan daya saing sektor horeca," imbuh dia.
Untuk diketahui, FHI 2026 merupakan gelaran yang mempertemukan pelaku usaha di sektor makanan, minuman, dan hospitality. Pameran ini ditargetkn dapat menarik sekitar 40.000 pengunjung selama empat hari pelaksanaan, 21-24 Juli 2026.
Baca Juga: Gelaran Food & Hospitality Indonesia 2026 Dibuka, Bidik 40.000 Pengunjung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
