kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

InJourney Targetkan Dampak Ekonomi MotoGP Tahun 2023 Naik 20%


Kamis, 13 Juli 2023 / 16:11 WIB
InJourney Targetkan Dampak Ekonomi MotoGP Tahun 2023 Naik 20%
ILUSTRASI. MotoGP Mandalika 2022 telah membawa dampak ekonomi mencapai Rp 3,57 triliun bagi perekonomian Nusa Tenggara Barat. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/nym.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang menjadi induk holding BUMN-BUMN pariwisata lainnya, termasuk Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini meningkat sebesar 20% dari penyelenggaraan tahun lalu.

Sebagai informasi, ITDC mengklaim event MotoGP Mandalika 2022 telah membawa dampak ekonomi mencapai Rp 3,57 triliun bagi perekonomian Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Rp 4,5 triliun bagi perekonomian nasional.

Direktur Utama InJourney Dony Oskaria mengatakan, dampak ekonomi tahun lalu sebesar Rp 3,57 triliun, tahun ini diharapkan meningkat 20%. Salah satu pemicunya adalah hotel-hotel yang telah diresmikan seperti Pullman Lombok dan homestay yang telah dibangun, di mana turis dari luar negeri memadati kawasan ini.

Baca Juga: In Journey: Kawasan Mandalika Sudah Kebanjiran Investor Horeka dan Beach Club

"Ekspetasi kami akan meningkat 20% daripada impact pada penyelenggaraan MotoGP tahun lalu. Penyelenggaraannya akan lebih baik lagi," kata Dony saat ditemui Kontan.co.id, di Jakarta, Kamis (13/7).

Dony berharap MotoGP ini berjalan dengan sukses dan dampak ekonominya bisa dirasakan oleh masyarakat NTB dan Lombok serta juga tidak merugikan secara korporasi. Selain itu, produk lokal setempat juga akan ditampilkan lebih banyak.

Dony mengungkapkan ada tiga parameter dalam penyelenggaraan MotoGP ini. Pertama, ada media exposure yang luar biasa karena MotoGp mendapat perhatian dari masyarakat internasional, sehingga menjadi branding yang kuat untuk Mandalika dan Lombok ke depannya.

Kedua, ada economical impact-nya, di mana BUMN tidak hanya semata-mata mencari keuntungan saja, tetapi juga memikirkan dampak ekonomi lokalnya. Ketiga, return of investment, di mana sebagai badan usaha tidak boleh rugi.

"Di proyek MotoGP seri kedua ini, tentu kami berharap ada keuntungan yang kita dapatkan. Keuntungan dan proyeksinya tidak boleh rugi. Untuk itu kami menggandeng co promotor, Dyandra Promosindo, semua biaya ditanggung oleh mereka sebagai pengelola Sirkuit dan kemudian akan dibagi," ujar dia.

Baca Juga: Prospek Cerah Sport Tourism Indonesia, Setelah Perhelatan MotoGP Mandalika

Dony menerangkan, khusus event MotoGP ini menggandeng co-promotor Dyandra Promosindo dan ke depannya pelan-pelan akan diserahkan kepada swasta sehingga seluruh biaya penyelenggaraan akan ditanggung oleh Dyandra, kemudian jika untung maka dibagi.

Selain itu, Dony menyampaikan MotoGP tahun ini 100% menggunakan marshal lokal, bahkan marshal dari Indonesia sudah dipakai di luar negeri, seperti Malaysia dan lain sebagainya.

"Lapangan kerja mulai terbuka, ada profesi-profesi baru yang kita berikan kepada masyarakat. MotoGP kali ini menggunakan marshal orang Indonesia semua, tentu ini membanggakan kita semua," pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×