kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

INKA raih kredit sindikasi Rp 4,05 T untuk LRT


Rabu, 27 Desember 2017 / 19:21 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Kereta Api (INKA) mendapat fasilitas pinjaman sindikasi sebesar Rp 4,05 trilium untuk membiayai pengadaan 31 train set Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek.

Kredit sindikasi tersebut diperoleh dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Bank Negara Indonesia TBk (BNI) , dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (BSMI), Rabu (27/12).

INKA akan menggarap pengadaan kereta dan pemeliharaan kereta. Investasi untuk pengadaan kereta mencapai Rp 4,05 triliun dan sisanya untuk Maintenance and Services Agreement (MSA).

"Sebanyak 31 train set yang akan diproduksi untuk LRT Jabodetabek terdiri dari 186 cars," kata PLT Direktur Utama INKA, Muhammad Nur Shodiq, Rabu (27/12).

Kredit sindikasi memiliki masa waktu 30 tahun. Hanya saja, Nur Sholiq tidak menyebutkan bunga yang dikenakan kepada INKA. "Kupon bagus di bawah rata-rata pasar," ujarnya.

Dengan penandatanganan kredit sindikasi tersebut, INKA menargetkan penandatanganan kontrak dengan KAI sebagai pemilik konsesi proyek LRT Jabodetabek bisa dilakukan pada minggu kedua Januari 2018.

Nur Sodiq menambahkan, penyerahan kereta LRT Jabodetabek tersebut ke KAI akan mulai dilakukan mulai April 2019.

Adapun untuk total investasi LRT Jabobodek mencapai Rp 29,9 triliun. Sebesar Rp 5,2 triliun merupakan investasi untuk pengadaan sarana yang terdiri dari kereta dan maintenance kereta tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×