kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.976   129,00   0,72%
  • IDX 5.939   -256,45   -4,14%
  • KOMPAS100 788   -36,53   -4,43%
  • LQ45 595   -24,13   -3,90%
  • ISSI 206   -8,64   -4,03%
  • IDX30 338   -11,37   -3,25%
  • IDXHIDIV20 418   -9,94   -2,32%
  • IDX80 90   -4,11   -4,39%
  • IDXV30 114   -3,45   -2,94%
  • IDXQ30 109   -2,97   -2,64%

Insentif tak efektif bila harga batubara rendah


Minggu, 19 Januari 2014 / 21:27 WIB
ILUSTRASI. Portofolio investasi Taspen sebagian besar terdiri dari obligasi negara, sukuk negara dan deposito di Bank BUMN sebesar 72%.


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA.  Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) menilai, kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah untuk mendongkrak pemanfaatan nilai tambah komoditas batubara kurang efektif. Pasalnya, harga jual batubara hingga sekarang ini masih rendah sehingga belum mampu mendorong pengusaha untuk mengintegrasikan usaha hingga ke hilir.

Ekawahyu Kasih, Sekretaris Jenderal Aspebindo mengatakan, sejatinya keinginan pengusaha untuk terjun ke produk turunan misalnya batubara cair maupun bentuk gas sudah besar. "Tapi, harga jual yang rendah membuat kami kesulitan dalam melakukan pengembangan usaha karena membutuhkan investasi yang tinggi," ujar dia ke KONTAN, Minggu (19/1).

Seperti diketahui, pemerintah berencana memberikan insentif khusus bagi pengusaha yang hendak membangun pabrik pengolahan batubara. Hal tersebut akan diatur dalam  Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Mineral dan Batubara. Sekarang ini, calon belied tersebut sedang difinalisasi di Biro Hukum Kementerian ESDM dan ditargetkan mulai berlaku awal 2014 ini.

Adapun insentif yang ditawarkan pemerintah berupa pengusaha pabrik dapat membeli bahan baku batubara dibawah harga batubara acuan (HBA), sehingga dapat menekan harga pokok produksi pabrik. Dengan begitu, hal ini akan merangsang pengusaha tambang untuk melangkah lebih maju lagi dengan membangun pabrik pengolahan batubara.

Ekawahyu bilang, seharusnya pemerintah lebih fokus untuk menekan jumlah produksi batubara nasional, sehingga berdampak pada peningkatan harga jual di pasar internasional. "Kalau harga sudah bagus, perbankan tak akan sullit membiayai proyek pengusaha untuk membangun pabrik," ungkapnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×