Reporter: Pamela Sarnia, RR Putri Werdiningsih | Editor: Havid Vebri
JAKARTA. Aksi terorisme di Paris Jumat (13/11) pekan lalu bisa mempengaruhi minat wisatawan Indonesia berkunjung ke negeri anggur itu.
Saat ini, Prancis tercatat sebagai negara tujuan wisatawan dunia nomor satu di dunia. "Pasti berpengaruh," ujar Elly Hutabarat, Ketua Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) kepada KONTAN, Senin (16/11).
Dengan kejadian tersebut beberapa pusat perbelanjaan besar dan kecil di sekitar Paris tutup. Mau tidak mau ini akan menurunkan minat pelancong. Soalnya, para pelancong kerap berwisata ke beberapa tempat tidak melulu menara Eiffel. "Ini bukan hanya masalah takut, tapi kalau tutup mau apa pergi ke sana," imbuhnya.
Menurut Elly, hanya kalangan pebisnis saja yang masih tetap mempunyai animo pergi ke Perancis. Para pebisnis pasti bakal meneruskan rencana tersebut meski ada insiden yang mematikan.
Sayang, hingga kini, Astindo belum bisa memastikan apakah mulai ada pembatalan tiket ke Paris yang sudah dilayani anggota Astindo. Yang jelas di Pantravel, tempatnya bernaung, tidak banyak menangani wisata ke Paris.
Adapun Garuda Indonesia memastikan kejadian di Paris tidak mempengaruhi penerbangan ke Eropa. Rute Jakarta-Amsterdam maskapai ini masih berjalan lancar.
Ihksan Rosan, Senior Manager Public Relation PT Garuda Indonesia Tbk mengatakan penerbangannya masih normal seperti biasa. "Tidak ada pengaruhnya. Penumpang tetap sama," klaimnya.
Hal yang sama juga terjadi di PT Panorama Tours Indonesia. "Sampai saat ini belum ada pembatalan perjalanan dari peserta grup tur kami. Kami juga sudah mengecek grup yang sedang ke Eropa dan hasilnya aman," kata AB Sadewa, Vice President Brand and Communications Panorama Group.
Usai tragedi, pihak Panorama meningkatkan keamanan melalui pimpinan tur atau tour leader yang bertanggung jawab atas rombongan. Perusahaan ini juga terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris.
Sebagai info, dalam program tur Eropa dari Panorama, lama perjalanannya sekitar delapan sampai 14 hari. Dalam perjalanan tersebut, peserta tur berwisata di Paris selama dua sampai tiga hari.
Satu grup pelancong berisi sekitar 20 orang sampai 30 orang. Sadewa mengungkapkan, saat ini setidaknya ada empat grup tur ke Eropa yang sedang berjalan.
Serupa dengan Panorama, Bayu Buana pun masih meneruskan perjalanan. Presiden Direktur Bayu Buana Agustinus Kasjaya Pake Seko bilang pihaknya menerima banyak pertanyaan klien. Tapi hingga kini belum terlihat dampak dari insiden Paris terhadap jadwal perjalanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













