kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Intikeramik Alamasri (IKAI) harapkan pemerintah secepatnya turunkan harga gas


Kamis, 05 Maret 2020 / 21:35 WIB
ILUSTRASI. Intikeramik Alamasri (IKAI) mengharapkan pemerintah secepatnya menurunkan harga gas.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten keramik PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) mengharapkan pemerintah segera merampungkan kebijakan penurunan tarif gas serta diskon listrik untuk industri demi meningkatkan daya saing keramik lokal.

"Hal ini memiliki dampak positif terhadap IKAI karena dapat meningkatkan daya saing keramik lokal di pasar. Tentu dapat membantu IKAI meningkatkan efisiensi produksi," kata Head of Corporate Finance IKAI Mery Chai kepada Kontan.co.id, Kamis (5/3).

Baca Juga: Internusa Keramik Alamasri menilai kebijakan safeguard keramik belum maksimal

Mery mengungkapkan, selama ini proporsi beban listrik ke IKAI dari sisi manufaktur rata-rata sekitar 9% - 10% dari total biaya produksi segmen manufaktur.

Kendati berharap adanya penyesuaian tarif listik ataupun diskon listrik bagi industri, Mery menyatakan. selama ini IKAI sudah melakukan efisiensi beban energi.

Ada beberapa inisiatif dari segi manufaktur. Misalnya pemanfaatan dan riset sumber bahan baku rendah energi dan menggunakan kembali panas yang berasal dari pembuangan cerobong mesin pembakaran.

Selain itu, Mery bilang, IKAI juga melakukan pengaturan proses produksi dengan jadwal yang telah melalui penyesuaian terhadap beban puncak PLN, dan yang terakhir melakukan penggantian burner pembakaran yang lebih hemat energi.

Baca Juga: Intikeramik Alamasri (IKAI) bidik penjualan hingga Rp 110 miliar tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×