kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Intiland kembali gandeng GIC


Selasa, 29 Agustus 2017 / 20:54 WIB


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - PT Intiland Development Tbk (DILD) menjalin kerjasama dengan GIC, lembaga pengelola cadangan devisa negara Singapura di  proyek Fifty Seven Promenade Jakarta tahap 1.

Ini adalah kerjasama kedua di antara dua perusahaan tersebut. Tahun lalu, mereka menjalin kerjasama kemitraan menggarap  kawasan perkantoran terpadu South Quarter di Jakarta Selatan.

Di proyek yang baru, Intiland lewat anak usaha PT Raharja Mitra Familia (RMF) mengempit kepemilikan 36,6%. Sedangkan  GIC 33,4% dan PT Galang Gema Pradana (Galang) sebesar 29,97%.

Intiland telah meneken shareholder’s agreement atau kesepakatan pemegang saham dengan Raharja Mitra Familia, perusahaan terkait GIC dan Galang pada 23 Agustus 2017. Transaksi ini masih melalui proses persetujuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Raharja Mitra Familia merupakan salah satu anak usaha Intiland untuk pengembangan tahap I di proyek yang bakal mencakup dua menara kondominium di lahan seluas 1,3 hektar. Sebelum adanya kerjasama kemitraan ini, komposisi pemegang saham Raharja adalah 55% dan Galang 45%.

Archied Noto Pradono Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland mengatakan kerjasama dengan GIC yang merupakan
firma investasi global akan memberikan nilai tambah bagi prospek pengembangan proyek.

“Kerjasama join venture ini memiliki nilai strategis bagi Intiland maupun prospek pengembangan Fifty Seven Promenade,” kata Archied dalam keterangan tertulis, Selasa (29/8).

Mr Lee Kok Sun, Chief Investment Officer GIC Real Estate, berharap kedua belah pihak bisa melanjutkan kerjasama bisnis di bidang properti. "Ini untuk mengeksplorasi potensi jangka panjang pasar real estate di Indonesia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×