kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.936   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.342   -9,33   -0,15%
  • KOMPAS100 834   -1,19   -0,14%
  • LQ45 633   -0,64   -0,10%
  • ISSI 219   -0,90   -0,41%
  • IDX30 356   0,02   0,00%
  • IDXHIDIV20 436   0,82   0,19%
  • IDX80 95   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 120   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 113   0,06   0,05%

Investasi Industri TPT Diproyeksi Mampu Menyerap Sekitar 9.800 Tenaga Kerja


Kamis, 06 Agustus 2026 / 09:37 WIB
Investasi Industri TPT Diproyeksi Mampu Menyerap Sekitar 9.800 Tenaga Kerja
ILUSTRASI. Investasi baru di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) berpotensi membuka hampir 10.000 lapangan kerja baru. (Dok/Kemenperin)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi baru di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) berpotensi membuka hampir 10.000 lapangan kerja baru. Berdasarkan proyek investasi yang diumumkan sepanjang 2025 hingga Agustus 2026, enam perusahaan diperkirakan menyerap sekitar 9.000 hingga 9.800 tenaga kerja.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) Rizal Tanzil Rakhman mengatakan, investasi di sektor TPT tidak hanya memperluas kapasitas produksi, tetapi juga memberikan efek berganda terhadap perekonomian.

"Investasi industri tekstil dan pakaian jadi tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi. Investasi ini juga menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekspor, menggerakkan logistik, dan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan industri," ujar Rizal dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: PMI Manufaktur Pulih, Industri Baja: HGBT Belum Sepenuhnya Ringankan Beban Produksi

Kontributor terbesar berasal dari PT Xinhai Knitting Indonesia yang membangun pabrik tekstil di Kabupaten Brebes. Proyek tersebut diproyeksikan menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja untuk mendukung produksi berorientasi ekspor.

Sementara itu, pengembangan kawasan manufaktur tekstil terintegrasi di Subang Smartpolitan oleh PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia diperkirakan membuka sekitar 3.000 hingga 3.800 lapangan kerja.

Di sisi lain, PT FHG Tekstil Indonesia di Kabupaten Demak telah merekrut sekitar 600 tenaga kerja lokal sejak mulai beroperasi. Adapun PT Citra Terus Makmur di Kabupaten Sumedang telah menuntaskan ekspansi fasilitas produksinya, namun belum mengumumkan tambahan jumlah pekerja yang direkrut.

Selain investasi baru, beroperasinya kembali fasilitas produksi PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Kabupaten Pemalang juga memulihkan sekitar 1.500 lapangan kerja yang sebelumnya hilang akibat penghentian operasional.

Baca Juga: Perkuat Pasar di Jawa Barat, Semen Indonesia (SMGR) Hadirkan Lagi Semen Kujang

Rizal menilai masuknya investasi tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga iklim usaha industri TPT. Menurut dia, keberlanjutan investasi perlu ditopang oleh ketersediaan bahan baku dan energi yang kompetitif, kemudahan berusaha, akses pasar ekspor, serta pengawasan terhadap impor ilegal dan praktik perdagangan yang tidak sehat.

"Dengan dukungan tersebut, industri TPT memiliki peluang untuk terus berkembang dan menjadi salah satu sektor yang berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja," tandas Rizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×