kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Investor Kaya RI Geser Mata ke Dubai, Properti Jadi Pintu Masuk Bisnis Global


Kamis, 12 Maret 2026 / 14:57 WIB
Diperbarui Kamis, 12 Maret 2026 / 15:24 WIB
Investor Kaya RI Geser Mata ke Dubai, Properti Jadi Pintu Masuk Bisnis Global
ILUSTRASI. Properti Dubai UEA (Dok./Sport Legacy)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren diversifikasi aset investor kaya Indonesia ke Uni Emirat Arab (UEA) semakin menonjol. Selain stabilitas dolar dan regulasi ramah investor, peluang bisnis real estat di Dubai dan Abu Dhabi menjadi daya tarik utama.

UEA kini memposisikan diri sebagai hub global properti, dengan pasar hunian premium, proyek mixed-use, serta regulasi kepemilikan yang memungkinkan investor asing membangun bisnis properti secara langsung.

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Proyek RSUD Cendrawasih Dobo Rp217,97 Miliar

Bagi HNWI (High-Net-Worth Individuals) Indonesia, ini bukan sekadar membeli apartemen mewah, tetapi membuka jalur usaha baru di pusat finansial internasional.

Menurut Sport Legacy, perusahaan penasihat kekayaan dan real estat internasional minat investor Indonesia semakin fokus pada proyek yang tidak hanya memberikan imbal hasil sewa, tetapi juga peluang ekspansi bisnis.

“Investor kini melihat Dubai sebagai pasar yang memungkinkan mereka menjadi pelaku bisnis, bukan sekadar pemilik aset,” ujar Soufyan Daafi, pendiri Sport Legacy melalui keterangan resminya Kamis (12/3/2026).

Contoh nyata datang dari Marc Klok, pesepak bola internasional Indonesia sekaligus pengusaha, yang mulai mendiversifikasi portofolionya ke real estat Dubai.

Langkah ini menunjukkan bahwa figur publik maupun pengusaha kaya Indonesia dapat memanfaatkan ekosistem properti UEA untuk memperluas jejak bisnis global mereka.

Baca Juga: Pertamina EP Zona 4 Bidik Produksi Minyak 30.305 BOPD pada 2026, Ini Strateginya

Implikasi bagi Indonesia

Peralihan minat ini menimbulkan tantangan bagi pasar domestik. Indonesia tengah mendorong pengembangan sektor properti dan investasi berbasis residensi, tetapi fleksibilitas regulasi di UEA membuat sebagian investor memilih jalur internasional.

Analis menilai, agar tetap kompetitif, Indonesia perlu memperkuat insentif fiskal, mempercepat reformasi regulasi kepemilikan asing, dan memperluas akses pembiayaan properti. Jika tidak, arus modal berisiko lebih banyak mengalir ke luar negeri.

Dengan demikian, diversifikasi aset ke UEA bukan sekadar upaya pelestarian kekayaan, tetapi juga strategi untuk masuk ke ekosistem bisnis real estat global yang semakin dinamis.

Baca Juga: Indonesia Tanggapi Investigasi Perdagangan AS terhadap 16 Mitra Dagang

Data pasar menunjukkan harga properti di Dubai tumbuh rata-rata 15% pada 2024, dengan yield sewa di kawasan premium mencapai 6–8% per tahun, jauh di atas rata-rata pasar Asia Tenggara.

Tren ini menegaskan bahwa Dubai bukan hanya destinasi investasi, tetapi juga arena bisnis global yang kompetitif.

Dalam konteks ini, kehadiran mitra berpengalaman seperti Sport Legacy memberi nilai tambah bagi HNWI Indonesia, memastikan setiap langkah investasi tidak hanya aman tetapi juga terhubung dengan peluang bisnis jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×