Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) kembali menegaskan komitmennya terhadap penerapan standar internasional dengan meraih sertifikasi ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3).
Pencapaian ini melengkapi sertifikasi ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan yang telah lebih dahulu dimiliki perusahaan.
Penerapan ISO 45001 menjadi langkah penting bagi industri farmasi, khususnya di level pabrik untuk memastikan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja berjalan secara terstruktur, preventif, dan berkelanjutan.
Direktur Pyridam Farma (PYFA), Bedjo Stefanus, menyampaikan bahwa standar ini membantu perusahaan mengidentifikasi serta mengendalikan risiko operasional mulai dari paparan bahan aktif, penggunaan pelarut kimia, hingga pengoperasian mesin berteknologi tinggi.
Baca Juga: Investor Kaya RI Geser Mata ke Dubai: Properti Jadi Pintu Masuk Bisnis Global
“Sehingga mampu meminimalkan kecelakaan kerja, menjaga kontinuitas produksi, dan melindungi kualitas produk,” ungkap Bedjo, dalam siaran pers, Kamis (12/3/2026).
Dia menjelaskan, pencapaian sertifikasi ISO 45001 ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun sistem operasional yang aman, berkelanjutan, dan berstandar internasional.
Menurutnya, ISO 14001 telah menjadi fondasi perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Dengan diraihnya ISO 45001, PYFA melengkapi komitmen tersebut dengan penerapan sistem kesehatan dan keselamatan kerja yang berstandar internasional.
“Harapannya, keberlanjutan perusahaan terus meningkat, kepercayaan konsumen semakin kuat, serta memberikan nilai tambah, termasuk dalam peningkatan BMP TKDN,” tuturnya.
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan, PYFA akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan atas seluruh sistem manajemen yang telah diterapkan, guna memastikan kualitas produk tetap terjaga secara konsisten.
Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Proyek RSUD Cendrawasih Dobo Rp 217,97 Miliar
Komitmen tersebut tercermin melalui penguatan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja melalui sertifikasi ISO 45001, serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab melalui ISO 14001.
Hal ini sejalan dengan kepatuhan terhadap regulasi seperti dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), implementasi ISO 45001 juga memperkuat tata kelola perusahaan dan komitmen terhadap aspek sosial dalam ESG, sekaligus meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap operasional perusahaan yang aman, andal, dan bertanggungjawab.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan standar internasional yang telah diraih tidak hanya dipertahankan, tetapi terus dikembangkan, sejalan dengan pertumbuhan perusahaan serta tanggung jawab PYFA dalam menjaga keselamatan kerja, kualitas produk, dan kelestarian lingkungan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













