kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Investor Korea Selatan teken kesepakatan pembangunan Kilang Dumai Rp 22 triliun


Jumat, 22 Mei 2020 / 09:04 WIB
ILUSTRASI. Refenery Dumai


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Investor asal Korea Selatan akhirnya benar-benarmenjadi mitra PT Pertamina dalam proyek proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau pengembangan Kilang Dumai.

Investor Korea Selatan bersama  PT Pertamina (Persero), PT Nindya Karya (Persero) menandatangani pengembangan proyek proyek kilang Dumai senilai US$1,5 miliar atau setara Rp22 triliun, dengan kurs Rp14.660 per dollar AS, Jumat ini. (22/5).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan kilang Dumai akan meningkatkan kapasitas produksi minyak dan bahan bakar minyak dalam negeri. “Harapan kami,  ini kelak akan mengurangi ketergantungan impor minyak Indonesia dan  mengatasi defisit transaksi berjalan ke depan," ujarnya, (22/5).

Disaksikan secara virtiual, penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang, Direktur Utama Nindya Karya Haedar Karim, dan konsorsium Korea diwakili oleh Chairman DH Global Holdings Co. Ltd. Jung Sam Seung. 

Menurut Bahlil, proyek RDMP Unit Pengolahan II Dumai merupakan salah satu kilang prioritas Pertamina. Ini  juga  sejalan dengan upaya mendukung percepatan pelaksanaan megaproyek yang juga menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

BKPM mengaku akan terus mendorong terciptanya kemitraan strategis antara perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Pasca kerjasama,  proyek ini akan berlanjut ke percepatan pembangunan. “BKPM  juga akan berupaya melibatkan juga pengusaha nasional yang ada di daerah agar ada  kolaborasi. Kami juga akan bantu terkait insentif fiskal dan perizinannya," terang Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×